Menyembunyikan Perawan Bimbo

Posted on July 27, 2010

10


Bimbo. “Apa sih artinya, Pak?’ tanya seorang mentee saya suatu petang.

Bimbo itu adalah seorang wanita yang sexy, sangat menarik secara fisik, tapi kepribadian dan otaknya pas-pasan. Lebih celaka lagi: dia sadar benar akan kelebihan jasmaninya itu dan secara sadar memamerkannya ke orang lain. Oh, narsis? Iya, tapi kalau orang narsis kan bisa wajahnya biasa-biasa saja tapi agak terlalu pede sehingga suka sekali nampang di depan kamera dan memasang ribuan fotonya di media publik. Bimbo lain: cantik, molek, narsis dan celakanya, dia sadar akan semua itu! Lebih celaka lagi: dia gak sadar bahwa semua pameran ragawi itu menenggelamkan kualitas otak dan kepribadiannya!

Saya pertama kali dengar istilah itu ketika kuliah di Selandia Baru tahun 1992. Ada cewek bule yang memang sangat cantik dan elok dipandang. She’s undoubtedly the hottest-looking chick at the dormitory. Suatu ketika saya lewat di depan pintu kamarnya, dan melihat tulisan ini ditempel di depan pintu kamarnya (oleh seorang temannya yang mungkin sebal): “Brya, you are a BIMBO!”

Saya tanya ke teman saya yang juga bule, apa itu Bimbo. Dan itulah penjelasan yang saya dapat: sexy, molek, tapi otaknya nyaris nol, tingkah lakunya genit, mengesankan bahwa dia suka menarik perhatian semua orang dan dengan bangga memamerkannya ke depan umum. Ketika Facebook melanda dunia, tambah celakalah orang-orang yang sebal melihat bimbo, karena setiap kali Wall FB mereka dipenuhi oleh celotehan atau pameran si bimbo ini.

Tak terkecuali saya. Sekalipun saya pria dengan semburan testosterone normal—bukan homo maksudnya—tapi saya sebal buanget melihat bimbo. Celakanya, karena satu dan lain hal, mereka hadir di FB saya. Saya tidak mungkin me remove nya sebagai ‘friend’, karena cepat atau lambat mereka pasti tahu. Lagipula kami masih harus ketemu di berbagai acara dan di beberapa tempat di kampus ini, setidaknya beberapa tahun ke depan . . .

Sampai akhirnya secara kebetulan saya membaca posting blog seorang Australia tentang fasilitas “Hide” di FB. Fasilitas itu memungkinkan kita menyembunyikan update status dari orang-orang tertentu dari wall FB kita, tanpa dia mengetahuinya. Nah, sekali saya meng ‘hide’ status Anda, biar Anda mau misuhi saya atau pamer segala rupa di wall Anda, saya tidak akan membacanya. Nyaman, bukan?

Demikianlah saya langsung meng ‘hide’ beberapa bimbo di FB saya. Tiga kali gigitan tikus, klik, klik, klik, beress!

Kembali ke bimbo. Sebenarnya apa yang membuat saya begitu sebal? Well, sebenarnya campuran antara sebal dan prihatin. Wanita-wanita muda yang hanya memamerkan kelebihan raganya tanpa mengimbanginya dengan kepribadian atau kecakapan lain yang memikat hanya akan menjadi santapan nafsu kaum Adam. Yah, nafsu, hanya itu, tidak ada lain. Coba bayangkan Anda seorang bimbo; Anda berjalan melenggak-lenggok di depan beberapa pria dengan rok mini atau ketat dan baju see through, dan mereka semua memandang Anda dengan tercekat. Tahu apa yang mereka pikirkan? Cuma satu: betapa nikmatnya tubuh Anda! Udah, sampai disitu saja! Coba, apa Anda tidak sedih melihat dirimu hanya dihargai sebatas puncak birahi saja? Sementara wanita-wanita lain yang bukan bimbo bisa memikat perhatian lawan jenisnya lewat pribadinya dan mungkin juga kecerdasannya, Anda yang bimbo hanya diingini jasmaninya saja, tidak lebih. Coba pikir, coba rasakan, apa Anda tidak sedih?? Kalau Anda malah bangga, berarti Anda bimbo sejati.

“O, ya nggak bisa gitu, dong, Pak” kata mentee saya yang lain, yang diam-diam membaca tulisan saya dari belakang.

“Kamsudmu?” tanya saya tanpa menoleh.

“Anda harus menghargai kebebasan mereka untuk berekspresi. Mereka bebas dong memamerkan apa saja di FB, termasuk memamerkan keindahan tubuhnya.”

“Ya, tapi saya juga bebas untuk menyembunyikan pamerannya dari mata saya kan?” sergah saya.

“Tahu nggak, Pak? Bapak juga sudah di hide lho sama beberapa orang yang nggak suka baca updates Anda.”

“Emang gue pikirin . . .”

Post-note:
Fasilitas “Hide” ada di ujung kanan atas setiap update ‘friend’ di FB. Lain dengan fasilitas “unfollow” di Twitter atau “Remove from Friend” di FB, fasilitas “Hide” hanya diketahui oleh si penyembunyi, tidak oleh orang yang di Hide tersebut.

Posted in: Uncategorized