Ubiquitous Learning

Posted on Juni 23, 2018

3


Ubiquitous bermakna “ada dimana-mana”. Bukan hanya Coca Cola yang bisa dimana saja dan kapan saja karena ternyata belajar pun bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Kita hidup di jaman AG, yaitu “After Google.” Di jaman AG, nyaris semua hal baru bisa kita dapatkan lewat Google untuk kemudian kita pelajari. Hanya dengan sekali usapan di layar gawai dan beberapa ketikan, tersaji di depan kita sumber belajar yang sangat banyak. Kalau belum cukup, masih ada Youtube yang sama murah hatinya menyajikan banyak sumber belajar buat kita. Masalahnya hanya terletak pada apakah kita mau mempelajarinya atau tidak.

Ungkapan “semua orang adalah guru” ada benarnya. Kalau kita mau sedikit tekun menyimak, mendengarkan, dan memperhatikan, kita akan bisa mempelajari hal-hal baru sesimpel membuat telur ceplok sampai serumit fisika kuantum. Yang diperlukan adalah kemauan membuka mata dan hati, kerelaan memposisikan diri sebagai yang belum tahu, dan kesabaran mendengarkan atau mengamati sumber belajar kita. Sumber belajar ini, di samping Google dan Youtube, tak lain adalah orang-orang di sekeliling kita, mulai dari pembantu rumah tangga sampai profesor di seminar. Saya pernah mempelajari dari seorang sopir taksi teknik menyelinapkan mobil di tengah lalu lintas yang padat. Pada ekstrem yang lain, saya juga pernah secara mandiri mempelajari teknik coding dari sebuah situs bernama codeacademy. Selain belajar di depan laptop, saya bisa mempelajarinya di gawai saya ketika menunggu mobil dicuci. Demikianlah, asal ada minat dan keingintahuan yang besar, kita bisa melakukan Ubiquitous Learning itu dengan nyaman.

Cara pandang bahwa ilmu hanya bisa diserap melalui bangku sekolah atau bangku kuliah harus sudah mulai ditinggalkan. Tindakan Ubiqituous Learning dan belajar informal melalui apps yang banyak sekali hadir di genggaman tangan kita (baca: telpon cerdas kita) mulai makin menggejala dan makin diakui eksistensinya oleh para ahli pendidikan. Anda juga bisa melakukannya. Sarananya sudah tersedia relatif murah. Yang diperlukan dan tak kalah pentingnya adalah motivasi, keingintahuan, dan kerendahhatian untuk senantiasa menjadi murid yang haus akan pengetahuan baru dan siap belajar dimana saja, kapan saja, dan dari siapa saja.

Iklan
Ditandai: , ,
Posted in: akademik, pendidikan