Wikileaks dan Bisakah Anda Menjaga Rahasia

Posted on Desember 11, 2017

2


Saya penasaran dengan apa yang disebut sebagai Wikileaks. Namanya saja sudah melecehkan: wiki yang bocor. Kalau bocornya sekedar atap sih ndak masalah, tapi ini yang dibocorkan adalah rahasia kita, rahasia kamu, rahasia saya, bahkan rahasia negara!

Koreksi: kalau hanya sekedar rahasia orang ecek-ecek macam saya dan Anda Wikileaks ya ndak akan repot-repot membocorkan. Mau bocor juga siapa juga yang heboh, ya to? Tapi menjadi gawat memang manakala kita sadar bahwa Wikileaks menyasar dokumen-dokumen negara yang penuh dengan rencana rahasia.

 

Definisi Wikileaks di Internet saja sudah membuat tercengang: ini adalah organisasi nir laba yang berskala lintas negara, dan menerbitkan informasi rahasia dan  bocoran-bocoran berita yang diterima dari sumber ANONIM. Kurang ajar bener kan sumber ini? Sudah mengulik-ulik jerohan orang lain, eh, anonim pula. Bayangkan betapa mendidihnya darah kita kalau suatu kali rahasia-rahasia pribadi kita terpampang di sosial media dan penyebarnya mengatakan: “ini saya dapat dari sumber anonim”. Peh! Kita akan menghabiskan sisa hidup kita untuk memburu siapa sumber lancang tersebut ya kan?

 

Tapi sekali lagi, tidak perlu khawatir. Orang ecek-ecek macam kita mah ndak akan dibuat semenderita itu. Wikileaks tidak akan menyasar kita, tapi memburu informasi rahasia dari lembaga dan negara-negara adidaya untuk membuat publik sadar tentang praktek-praktek kekuasaan yang sebenarnya menindas hak rakyat sipil.

 

Menurut seorang pengamat di situs Quora.com, Wikileaks mendapatkan sumbernya dari apa yang disebut “leakers” (pembocor).  Nah, ini adalah orang-orang atau pihak-pihak di dalam sebuah organisasi yang membocorkan dokumen-dokumen rahasia ke pihak luar. Karena Wikileaks juga semacam jurnalisme, maka bisa saja para pembocor itu tergabung dalam jejaring jurnalis yang bisa meraih informasi jenis apa saja berkat koneksinya yang kemana-mana.

 

Mungkin ada juga beberapa kolega di lembaga saya yang ternyata berbakat untuk bekerja sebagai “reporter gelap” ini. Mereka ini luar biasa tahunya tentang informasi banyak orang di lembaga ini. Bangsatnya, informasi yang diketahui adalah informasi yang lebih ke urusan pribadi, seperti misalnya bahwa beberapa orang bekerja karena hutangnya banyak, bahwa si A dulu pernah begini begitu di lembaga yang lama, dsb. Saya heran, kenapa bisa sekepo itu mengurusi bidang kehidupan orang lain? Kalau memang punya bakat kepo, kenapa tidak bergabung saja dengan Wikileaks agar bisa membongkar informasi rahasia tentang beberapa pihak yang akan maju dalam pemilihan Presiden di tahun 2019? Itu jauh lebih bermanfaat untuk rakyat banyak daripada ngurusi remeh temeh sesama rekan kerja di lembaga ini.

 

Bisakah Anda menjaga rahasia? Secara logika, ketika seseorang mengatakan “Ssst . . ., aku punya informasi tentang si A. Tapi ingat, ini rahasia lho ya”, pada detik itu informasi tersebut sudah bukan lagi rahasia  karena sudah terbagi ke Anda. Nah, ketika sudah mendapatkan info itu, seberapa tahankah Anda untuk menyimpannya? Ya tergantung. Kalau infonya luar biasa menyengat dan sensasional, Anda bakal kesulitan menjaga rahasia tersebut. Anda–sebagaimana manusia pada umumnya–akan merasa puas ketika dalam suatu perbincangan, Anda membocorkan rahasia itu dan semua orang memandang Anda sebagai “wow, kamu hebat ya bisa tahu rahasia semacam itu??”.

 

Rahasia bisa makin rawan bocor kalau Anda punya teman dekat, atau tergolong orang yang suka curhat dan ngobrol dengan pasangan Anda (entah pacar atau suami/istri). Dalam perbincangan yang hangat dengan orang terdekat, tidak membicarakan info rahasia sama sengsaranya ketika Anda harus makan nasi hangat dengan ikan gereh/ikan asin tapi tidak ada sambalnya. Sepanjang makan Anda akan bercucuran air mata: “duuh, gini ini kalau ada sambel pedes kan ya lebih enaak too??”. Sama aja ketika berbincang enak, Anda akan merasa “haduuh, perbincangan enak macam gini kalo ndak aku bumbui dengan info rahasia kan ya ya kurang joss, thoo??”

 

Karena sebagian besar orang memiliki teman dekat atau suami/istri yang sebelum tidur melakukan “pillow talk” dulu, maka sekarang tidak heran lah kita bahwa rahasia yang kita utarakan beberapa minggu yang lalu sudah menjadi “rahasia umum” pada hari ini.

 

 

 

Iklan
Ditandai: ,
Posted in: humanity