Berliku-Liku sebelum Akhirnya Gubrak

Posted on Juni 2, 2017

0


Menjelang upacara yudisium fakultas saya, seperti biasanya saya harus menyusun kata sambutan. Kalau saya lihat pidato saya di LinkedIn, sudah banyak juga pidato saya dari tahun ke tahun. Temanya pun bervariasi, mulai dari brain beauty behavior sampai temukan passionmu (kata ini lebih enak ditulis “passion” daripada “gairah”. Entah kenapa. Tapi mungkin kata yang kedua itu sedikit berkonotasi lain jadi lebih baik saya tulis “passion”).

Tahun ini saya terkesan pada hasil pengamatan saya tentang bagaimana generasi terdahulu menemukan sumber kebahagiaannya. Semuanya diringkas dengan ucapan elok Simon Sinek: “it is a meandering process”. Meandering artinya berliku-liku, berkelok-kelok, tidak lurus mak jebret sampai ke sasaran.

Tahun lalu saya sedikit mengkritik para calon lulusan yang menjawab “belum tahu mau ngapain” setelah lulus. Tahun ini saya mungkin agak sedikit bisa memakluminya walaupun yang pasti tidak mendukungnya seratus persen. Perjalanan hidup memang sulit diramalkan. Mereka yang punya cita-cita tinggi belum tentu bisa menemukan jalan yang datar dan lurus untuk mencapai cita-citanya. Mereka yang bercita-cita tidak jelas–alias belum tahu mau ngapain–juga belum tentu bernasib bak layangan keplas (layangan yang putus benang lalu terbang tak tentu arah dibawa angin di ketinggian). Mungkin saja beberapa minggu setelah lulus mereka bisa menemukan passionnya lalu berkecimpung disitu dan meraih sukses dan kebahagiaan. Tapi besar kemungkinan mereka memang keplas, ndak tahu mau kemana dan mau ngapain, pokoknya bisa makan dan minum dan tidur saja, sisanya tunggu panggilan sang nasib.

Nasib itu pun bisa bermacam-macam. Bisa minggu depan dilamar orang, lalu kawin dan tamatlah riwayatnya di balik tembok rumah, dapur, dan tempat tidur. Bisa juga sekedar ikut tren sekarang, yaitu jualan online, entah jual apa pokoknya yang penting tidak jual diri. Bisa juga membantu usaha orang tua di toko atau di pabrik. Bisa juga berbisnis sendiri kecil-kecilan, entah membuka kursus atau membuat aksesori dan makanan-makanan unik.

Untuk mereka yang sudah mantap mengayun langkah untuk mencapai cita-cita tertentu, tentu impiannya adalah masuk ke dunia tersebut dan meraih impiannya secepat mungkin. Tapi seperti yang ditulis di atas, jangan berkecil hati kalau ternyata jalan ke arah sana sangat berliku-liku, penuh tantangan yang kadang kala menciutkan nyali. Lalu disinilah peran karakter bermain: kegigihan, kecerdikan, keuletan, semnangat, jalinan pertemanan, dan doa (untuk yang sangat religius) pasti harus menjadi paket yang tak boleh ditinggal dalam perjalanan meraih cita-cita itu.

Lalu, begitu sampai pada tujuannya setelah bersusah payah dan berdarah-darah, bisa saja menyusul perasaan” aku kok ndak happy ya kerja beginian?”

Nah, begitulah, a meandering process. Perjalanan untuk meraih makna inti hidup adalah jalan berliku yang pikiran ini kadang-kadang tidak bisa memahaminya . . .

Iklan
Ditandai: ,
Posted in: humanity