Memilih Kursus Speaking

Posted on Mei 7, 2017

0


Di jaman global ini, kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu yang diutamakan dalam merekrut seorang karyawan. Kemampuan bahasa yang paling mudah dilihat dan dipertunjukkan adalah kemampuan speaking (berbicara). Karena itu, kelas Conversation atau Speaking dalam sebuah lembaga kursus nyaris tidak pernah sepi peminat.

Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan dalam memilih kursus Speaking.

Pertama, pilihlah kelas yang pesertanya tidak terlalu banyak (lebih daripada 10 orang) atau tidak terlalu sedikit (hanya 3 orang atau bahkan kurang). Alasannya sudah jelas: kelas yang terlalu banyak membuat Anda sulit mendapatkan kesempatan berbicara, sementara kelas yang jumlah muridnya terlalu sedikit membuat Anda mengalami kemiskinan interaksi. Salah satu kunci sukses belajar Speaking adalah interaksi yang pas dengan peserta lain sehingga jumlah pesertanya harus pas, tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Kedua, pilihlah guru yang sabar. Guru yang sabar tidak akan merengut atau kesal karena Anda masih tetap saja mengujarkan bentukan-bentukan yang salah. Memang belajar bahasa asing bukan urusan gampang. Harus diulang-ulang sampai ratusan kali sehingga fasih. Guru yang sabar adalah guru yang tidak merengut kalau Anda masih salah bahkan setelah kali kedua puluh. Guru yang sabar tidak segan membetulkan kalimat Anda tanpa terkesan kesal atau bahkan marah.

Dalam kaitannya dengan hal membetulkan ini, jangan gusar kalau guru membetulkan kalimat Anda yang masih salah. Camkan benar-benar pembetulan itu sehingga Anda bisa mengulangi ujaran tanpa membuat kesalahan yang sama. Di sisi lain, sebaiknya guru Anda juga tidak terlalu sering membetulkan kesalahan. Kalau setiap tiga kata dibetulkan, lama-lama bisa dipahami kalau Anda jadi takut berbicara. Kalau mengajar Speaking, saya sendiri tidak terlalu pusing dengan ujaran yang kadang masih salah grammar disana-sini. Sejauh pesannya masih bisa dimengerti, saya biarkan saja murid saya berceloteh.

Ketiga, pilihlah penyajian materi yang akumulatif. Misalnya, setelah pertemuan pertama membahas tentang cara berkenalan dan cara meminta, maka pada pertemuan kedua masih ada latihan cara berkenalan dan cara meminta sebelum ditambah lagi dengan topik berikutnya. Nanti pada pertemuan ketiga, semua topik itu diulang lagi secara singkat sebelum berlanjut lagi dengan topik baru, demikian seterusnya. Kunci sukses belajar bahasa adalah latihan yang berulang-ulang sampai Anda merasa bisa mengujarkan kalimat-kalimat itu secara otomatis.

Keempat, pilihlah kursus yang memberikan kesempatan Anda untuk berbicara lebih banyak. Guru yang baik akan berbicara seperlunya, menjelaskan beberapa hal, memberi contoh/model lalu menyuruh Anda latihan berbicara sendiri. Kalau gurunya terkesan lebih banyak bicara daripada Anda, itu artinya kelasnya kurang efektif atau dia tidak tahu bagaimana mengajar Speaking dengan baik.

Kelima, jangan merasa aneh kalau kelas Speaking itu diselingi dengan kegiatan menyimak (Listening) atau bahkan membaca singkat. Di kehidupan nyata pun manusia umumnya berbicara setelah mereka menyimak dan membaca. Di samping itu, semakin banyak Anda terekspos pada bacaan atau ujaran berbahasa Inggris, semakin cepat otak bawah sadar Anda menyerap bahasa tersebut.

Have a rewarding Speaking course!

Iklan
Posted in: akademik, bahasa