Comfortably Numb

Posted on April 29, 2017

0


Setiap kali membaca judul lagu “Comfortably Numb” yang terbayang adalah guru bahasa Inggris saya di SMA Dempo. Waktu itu dia menyuruh murid-muridnya menemukan kata-kata baru dalam bhs Inggris. Saya menjawab: “Numb”. Eh, ,dia mencibir. Katanya “mana ada kata ‘numb’ dalam bhs Inggris?”. Kampreet! Profesor bahasa Inggris dilawan. Bah! Eh, jaman itu saya masih ingusan sih, belum guru besar bahasa Inggris, hahahaha!

 

Guru itu ndak tahu bahwa “numb” artinya “kebas”, “mati rasa”.  Yang  lebih dahsyat lagi, kata itu adalah bagian dari sebuah lagu berjudul “Comfortably Numb” racikan grup band Pink Floyd dari Inggris. Lagunya agak mendayu-dayu, tapi tidak terkesan cengeng. Ya, kalau Anda suka ngeganja, ya pasti langsung mengasosiasikan nada dan liriknya dengan keadaan ‘high’ karena ganja. Bayangkan, salah satu kalimat dalam liriknya berbunyi “my hands felt like two baloons”. Udahlah, pendek kata, uenak soro!

 

Karena Pink Floyd adalah band psychedelic yang memang dekat sekali dengan kenikmatan ganja, maka lagu ini pun juga aneh soro. Diawalnya ada suara dering telpon, lalu suara perempuan mengumumkan sesuatu di airport, lalu suara tawa mendirikan bulu kuduk, dan diakhiri dengan suara pria berat” is there anybody out there?”. Lalu mak bett! Dan lagu pun mengalun. Uenak pol wis talah! Jan ganja sungguh. Jadi pingin ngisap ganja kan? Hahaha!

 

Lagu ini dinobatkan sebagai lagu rock psychedelic terbaik di Barat sono. Kalau kita suka mendengarkan ratapan gitar listrik, maka lagu ini pas karena pada bagian akhirnya lebih kurang 2 menit sendiri dipenuhi dengan lengkingan dan lenguhan gitar listrik.

 

Lepas dari gitarnya, tipe lagu ini enak dibawakan oleh pria maupun wanita. Tak kurang dari Benedict Cumberbatch, aktor Inggris tenar itu,  pernah menyanyikannya. Kalau suara perempuan, harus agak berat, karena kalau melengking tinggi seperti suaranya Avril kayaknya malah ga cocok, kecuali pada bagian refrainnya yang memang bernada tinggi.  Jadi kalau duet antara Avril dengan Tina Turner atau Beyonce, nah, kayaknya cocok.

 

Pink Floyd memang lagu-lagunya gila sungguh karena ya itu tadi, penuh dengan aroma orgasme karena ganja. Ternyata, kehidupan keempat personelnya jauh dari ganja. Mereka bersih, hidup sehat tanpa ganja dan rokok. Yang ngeganja dan sudah meninggal adalah pentolannya, namanya Syd Barrett. Selain itu, keempat rekannya yang lain adalah pria-pria Inggris pendiam, serius, dan sangat bertalenta luar biasa dalam menyusun musik. Ya sekarang sih mereka udah 70 an. Jadi kalau membayangkan Pink Floyd nyanyi di jaman ini , bayangkan aja seorang pria seusia Bapak saya itu nggitar di atas panggung dan menyanyi lagu “my hands felt like two balooooonnnss!’

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan
Ditandai: , ,
Posted in: musik, Nyantai