Pria Menangis No Way

Posted on November 21, 2016

0


Setiap orang dibekali dengan mekanisme pelampiasan emosi dan stress. Salah satunya adalah kemampuan menangis. Karena alam membekali kemampuan ini untuk pria maupun wanita, maka menangis sebenarnya wajar-wajar saja. Ya, tapi kalau Anda seorang pria, ada baiknya berpikir ribuan kali sebelum  menangis di depan orang lain. Ini karena cara pandang kebanyakan orang di dunia adalah bahwa pria menangis itu identik dengan kelembekan. Waktu kecil, kalau saya jatuh dan mulai mewek, embah saya atau ibu saya akan mengatakan: “Cah lanang kok nangis” (anak laki-laki kok nangis). Jadi secara sosial kultural pria memang boleh menangis tapi sebaiknya jangan, apalagi kalau sudah dewasa. Lha wong bocah lanang aja dilarang menangis kok, masa pria dewasa mewek di depan umum?

 

Waktu saya masih ABG, keluarga saya setiap Minggu siang selalu menonton film “Little House in the Prairie”. Memang ceritanya bagus-bagus, namun saya ogah menontonnya. Kenapa? Ya karena ada beberapa adegan mengharukan yang memaksa penontonnya meneteskan air mata. Nah, ayah saya termasuk orang yang suka tersentuh perasaannya kemudian menangis. Dia sebal sekali melihat saya selalu menghindari nonton film itu sampai pernah tercetus ucapannya: “Atis ndak pernah ya merasakan terharu nonton film ini sampai menangis?”. Waktu itu saya pikir, yo babahno a, Pak,  lha lapa  anak laki-laki kok disuruh nonton film sampai menangis??

 

Ayah saya tidak menyelesaikan pidato pengukuhannya sebagai Profesor karena pada saat membacakan ucapan terima kasih untuk orang tua dan keluarganya, air matanya mengalir tak terbendung dan tangisannya sedemikian parah sampai beliau harus turun panggung tanpa menyelesaikan pidatonya. Semua orang tersentuh. Dua puluh lima tahun kemudian anak sulungnya berdiri di panggung Ma Chung memberikan pidatonya sebagai profesor, dan bagian ucapan terima kasih dibacanya dengan datar tanpa setitik air matapun. Orang-orang pun langsung pasang tapres (tanpa ekspresi). Dasar, si Atis tetap aja dari kecil sampai tuwek males menangis, hahahaha!

 

Lha terus bagaimana sebaiknya kalau seorang pria merasa sangat sedih, masa ga boleh nangis? Tirulah Eric Clapton, musisi terkenal Inggris, yang sewaktu anaknya yang belum genap setahun jatuh dari apartemennya dan tewas, mengatakan: “saya pria Inggris. Kami terlatih berduka dengan menyimpan dalam-dalam gejolak emosi dan mengurung diri di kamar untuk menenangkan diri. ” Setan, British gentlemen, man! Cool!

 

Pembalap kebanggaan saya, Ayrton Senna, menangis sewaktu Honda menyatakan menarik dukungannya untuk tim balap Mc Larennya. Saya agak kecewa, wong pembalap dahsyat kok nangis hanya karena pemasok mesinnya mundur dari arena balap.

 

Seorang mahasiswi saya mengatakan bahwa buatnya pria yang ideal adalah yang tidak menangis dalam kondisi apapun. “Pria itu harus tangguh, kuat, tegar. Kalau kena hantaman sedikit udah menangis, artinya dia lembek,” demikian katanya.

 

Baiklah.

 

 

 

 

 

 

Posted in: Uncategorized