Jack Ma, Alibaba, dan Harvard

Posted on November 13, 2016

0


Alibaba di jaman dulu adalah kisah seorang pemuda yang memiliki benda ajaib yang bisa mengeluarkan jin. Tapi di jaman ini nama itu identik dengan perusahaan dari Tiongkok yang secara ajaib menjadi salah satu perusahaan luar biasa dahsyat. Lha bayangkan, hari Jumat kemarin dia meraih penjualan senilai 17 milyar USD! Gila aja nih perusahaan, wong Jumat-Jumat yang lain pada sibuk Jumatan dan habis itu demo protes Ahok, ini malah jualan sampai segitu gedenya. Tujuh belas milyar dolar! Iki jualan pulau tah yak apa??

 

Lebih mencengangkan lagi kalau menyimak kisah pendirinya yang bernama Jack Ma. Orang ini sekilas penampakannya sama sekali tidak meyakinkan. Kalau dia bukan trilyuner, orang pasti tidak menganggapnya mampu. Saya tidak pasang fotonya disini karena menurut teman saya wajah Jack Ma setelah dia jadi trilyuner bahkan lebih ganteng daripada saya bwahaha!

 

Jack Ma ini pernah melamar masuk Harvard, tapi ditolak sampai berkali-kali. Saya tidak tahu dimana letak salahnya, apakah Jack Ma nya yang tongkrongannya kurang meyakinkan atau Harvardnya yang rasis. Yang jelas, setelah dia menjadi trilyuner seperti sekarang, Harvard pasti menyesal pernah menolak dia. Itu belum lagi kalau nanti Jack Ma memutuskan untuk membeli Harvard. Mampus kau! Habis gitu namanya diganti menjadi “Haiyaaaa Harvard Laa”. Dah, satu pelajaran: jangan pernah meremehkan orang China!

 

Tapi pikir-pikir kalau seandainya Jack Ma jadi masuk Harvard, dunia tidak akan pernah mengenal Alibaba. Paling banter si Ma sialan itu lantas jadi ilmuwan, jadi profesor. Dan kalau udah jadi profesor terus meneliti dan menulis kayak saya tentang sesuatu ilmu yang “nobody has ever asked for and nobody reads”. Bwahahaha! Pelajaran lain: jangan pernah patah hati kalau ditolak berkali-kali. Satu pintu tertutup, pintu lainnya pasti terbuka dan alakazaaaaam! Alibabaaaaaa!

 

Kembali ke Alibaba. Di hari-hari ini Indonesia sedang gundah karena Jack Ma nampaknya lebih tertarik bekerja sama dengan Malaysia untuk meluaskan bisnisnya. Menurut seorang presdirnya, sebenarnya Indonesia itu pasar yang luar biasa menarik, dengan 60 juta calon konsumen yang potensial digarap habis-habisan. Namun yang bikin si Alibaba males adalah jarak antar pulaunya yang jauh. Biayanya bisa jadi lebih mahal untuk mengantarkan barang ke pulau-pulau kita itu.

 

Oya, kalau Anda pernah belanja online di Lazada, nah, itu adalah satu toko online yang sudah menjadi miliknya Alibaba.

 

Begitulah. Alibaba menjadi satu lagi kisah perusahaan raksasa dari Tiongkok yang bermula dari kegigihan seorang Jack Ma. Kisahnya bisa menjadi teladan dan model untuk generasi muda Indonesia yang konon manja-manja, cengengesan, dan cengeng itu.

 

Alakazaaam!

 

 

Posted in: Uncategorized