Dido

Posted on October 24, 2016

0


 

Namanya aneh: Dido. Kalau iseng, bisa pura-pura terselip lalu bilang “Dildo”. Halah! Tapi ini nama penyanyi Inggris yang lain yang juga saya suka musiknya. Di tahun 2003, salah satu hitsnya yang sangat populer adalah “White Flag”. Ternyata ini lagu tentang wanita romantis sekaligus nekad. Ceritanya, dia tuh entah gimana menjalin cinta dengan seseorang, lalu ada konflik dahsyat, sampai akhirnya  mereka harus berpisah. Setelah berpisah, si wanita ini masih menyimpan cinta terhadap kekasihnya itu. Lalu dia pun menyanyi dengan lirik yang merdu:

” Aku tahu aku ndak boleh lagi mencintaimu. Tapi kalau nggak boleh cinta padahal aku masih merasakannya, terus yak apa coba? Aku tahu aku sudah menimbulkan kerusakan hebat di masa lampau sehingga rasanya ndak mungkin kembali. Ya wis, aku tak tenggelam dalam kapal ini; tapi lihatlah, ndak akan pernah aku mengibarkan bendera putih lalu menyerah, soalnya aku tuh masih cinta ma kamu.”

 

Hahaha, asik tenan. Mana lagunya enak pol. Tapi ya, sekali lagi itu buat saya, lho ya. Soalnya elu-elu padhe belum tentu pada suka. Contohnya kayak adik saya. Waktu dia mendengarkan saya menyetel lagu ini di mobil, dia nyeletuk: “kamu nih kok suka se sama lagu-lagu nada separo gini??” Anjiiing! Hahahaha!

 

Sampai sekarang saya ndak tahu apa yang dia maksudkan dengan nada separo.

 

Di bawah video klipnya, ada seseorang wanita yang memberi komentar panjang lebar. “Aku bisa merasakan lagu ini, karena cocok betul dengan kisah hidupku. Aku tuh dicampakkan begitu saja sama boyfriendku, soalnya dia ternyata pacaran sama cewek lain. Aku ditinggal begitu aja kayak orang tolol. Sakit betul rasanya! Tapi aku ndak menyerah. Akhirnya aku ketemu sama pria lain yang benar-benar mencintaiku, dan kami sudah jalan selama 3 tahun.”

 

Kalau penasaran dengan lagu “The White Flag”, lha ini ada linknya.

 

 

Salah satu lagu Dido yang lain adalah yang berjudul “Dont Leave Home”. Ini juga enak. Hanya dengan iringan gitar dan aransemen sederhana plus lirik yang simpel tapi mengena,  Dido sukses membuat lagu ini menjadi salah satu hitsnya selain “White Flag”. Selain itu, vidklipnya juga mempesona. Yah, selain baju yang dia pakai dan lip glossnya, adegan ketika dia terjun dari bukit karang ke laut pada malam hari itu sungguh mendebarkan. Ini ada linknya:

 

 

Dido mengingatkan pada Dodo. Kalau ini mah bukan manusia, tapi burung. Nah, ada satu lagu Genesis yang liriknya berbunyi “Dodo ugly, so Dodo must die.” Saya baru paham bahwa yang mereka maksud itu adalah burung Dodo yang sudah punah. Emang kayak apa to tampangnya? Setelah saya melihat sendiri hewan itu di sebuah museum satwa, saya membatin: “O, ya pantes kamu punah, wong elek pol!”. Mwahaha!

 

Dido diucapkan “daido”, jadi kalau mengucapkan ya pastilah ndak akan terpeleset menjadi “dildo”🙂

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tagged: , ,
Posted in: humanity, musik, Nyantai