Go Gentle!

Posted on October 23, 2016

2


Penyanyi-penyanyi Inggris jarang membuat saya kecewa. Sejak jamannya the Beatles sampai Adele, mereka selalu tampil mempesona.

Salah satunya adalah penyanyi favorit saya Robbie Williams. Kenapa dia menjadi favorit saya?  Ya karena kisah hidupnya yang boleh dikata menyerupai kita semua: pernah jaya, konflik dengan teman, berpisah, berjuang sendirian, sempat depresi, tapi akhirnya hidup relatif bahagia dengan keluarga.

Dia pernah terkenal sebagai salah satu anggota boyband era 90 an, yaitu Take That. Nampaknya disini terjadi konflik parah dengan teman-temannya di band itu sehingga dia memutuskan untuk keluar dan bersolo karir.

Setelah bersolo karir, lagu-lagunya malah semakin enak, setidaknya buat saya. Albumnya “Intensive Care Unit” pada tahun 2005 adalah lagu-lagu yang sangat mengiringi hidup saya dalam kurun waktu 2005 – 2008 sehingga sulit saya lupakan.

Kabar terakhir tentang Robbie Williams yang sempat saya baca adalah dia mengalami depresi sehingga nyaris kecanduan obat. Obat apa? Ya drugs lah, masak obat Panadol, hahaha. Lalu lama tidak mendengar kabarnya. Tahu-tahu ketika saya membaca sebuah harian, tersiar kabar bahwa dia sudah menikah, dan baru merilis album baru. Wah, salut juga! Saya pikir dia sudah hilang atau bahkan tewas overdosis. Di salah satu lagunya, dia berduet dengan Gary Barlow, rekannya sesama anggota Take That yang dulu sempat konflik parah. Ternyata usia yang semakin bertambah membuat mereka juga makin dewasa dan matang, sedemikian matang sehingga bisa menghilangkan dendam pribadi dan tampil bareng sebagai dua sahabat. Sangat menyenangkan melihat adegan itu.

Baru saja saya menemukan salah satu lagu terbarunya, berjudul “Go Gentle”. Menarik sekali bagaimana lagu itu dibuka dengan lirik yang menggambarkan manusia-manusia di jaman ini: “Selamat datang di kebun binatang (maksudnya: manusia); ada yang marah; ada yang jahat; ada juga yang kelihatan suka; dan banyak yang sinting.”

Video klipnya tidak kalah memikat. Mengenakan seragam seorang admiral lengkap dengan strip di pundaknya, dia kelihatan gagah menyusuri sebuah kota dengan sebuah truk parade yang dibentuk menjadi sebuah kapal. Kamera menyapu beberapa orang yang lewat, dan mereka lalu lalang secara alamiah dengan berbagai mimik yang sedikit banyak mewakili lirik pertamanya tadi.

Buat saya, lagu ini enak didengarkan karena ada dentingan piano dua nada yang mengiringi hampir seluruh lagu, background vocals, plus suara terompet, lalu ditambah lagi dengan siulannya menjelang akhir lagu.

Biasanya selera musik  saya sudah terasa “terlalu tua” untuk sebagian pembaca blog ini. Ya, okelah, ndak papa, tapi kalau ada yang ingin tahu kayak apa sih vidklipnya Robbie itu, ini ada di bawah ini:

Tagged: , ,
Posted in: humanity, musik, Nyantai