Friends Sampah dan Manfaatnya

Posted on October 20, 2016

0


Setelah era Facebook yang diawali pada tahun 2008, makin kelihatan betapa gila dunia ini. Yah, sebenarnya pengertian “gila” atau “waras” itu relatif juga, sih. Tapi yang saya maksud “gila” disini adalah tingkat kespontanan beberapa fesbuker yang membuatnya nampak mengerikan, memalukan, atau bahkan menjijikkan.

 

Ketika Facebook digunakan sebagai sarana penyebaran tips praktis, intisari pengetahuan, informasi, atau berita gembira, semua itu masih terkesan waras dan bahkan baik. Namun ketika ada ungkapan kebencian, rasis, makian-makian, provokasi, atau bahkan hal-hal tidak penting makin banyak meramaikan dunia Facebook, maka media ini menjadi makin mengerikan, atau setidaknya menyebalkan.

 

Setelah kasus Ahok dengan ucapannya tentang sebuah kitab suci, berkobarlah perang di Facebook antara yang membela dan yang menghujatnya. Beberapa orang mengumumkan di statusnya bahwa mereka telah membuang (meng unfriend) beberapa friends yang terbukti menulis status kasar, provokatif, bahkan meghujat agama atau ras tertentu. Saya juga sempat membuang satu teman sekelas kuliah dulu karena saya muak melihat statusnya yang sangat primordial dan “agamis” (you know what I mean lah…).

 

Tapi setelah itu saya mulai berpikir, “wah, jangan dibuang dong. Ini bisa saya gunakan untuk bahan penelitian analisis wacana.” FYI, analisis wacana adalah satu bidang ilmu kebahasaan yang bertujuan memperkirakan sifat atau corak kepribadian seseorang dari bahasa yang diujarkannya. Nah, ada satu status yang sebenarnya cukup membuat saya membuang orang ini sebagai teman, tapi lihatlah ungkapannya di bawah ini. Buat seorang bahasawan seperti saya, ungkapan itu bagaikan tambang minyak yang siap dijelajahi dan dimanfaatkan:

 

“just disappointed w/ pizza *** lombok, JELEK SEKALI layanan nya !!! pokok e kudhu malik mejo ae iki, Lain kali klo aq yg bayar, aq GAK MAU K SANA LAGI!!! sudah g ada balonnya (bikin ponakan bad mood), trus? beli paket berdua ( jatah pan pizza e 2 YG KATANYA BISA DIKOMBINASI 1 pizza + spageti ) + pizza large, EALAAAH njekethek preeeet GARLIC BREAD e suweeeeee, spageti ne suweeeeeee, kudhu tag walik ae mejo e lek kuat”

 

Biyuh biyuh biyuuuh . . . . orang ini reek. Tapi okelah, sebelum keheranan saya berlanjut, baiklah saya menyoroti beberapa kata dan frasa yang potensial bisa membuka jendela ke arah corak kepribadiannya. Yang pertama, semua frasa yang ditulis dengan huruf besar itu menunjukkan kegeramannya. Kedua, kata-kata seperti “njekethek” dan “preeet” adalah kata-kata emosi negatif. Terakhir, frasa “kudhu tag walik ae mejo” juga adalah rentetan pelampiasan emosi negatif. Semuanya kalau digabung dan  dan ke dalamnya dimasukkan konteks media sosial sebagai kanvas nya (yang notabene dibaca orang banyak), akan tampak satu kesimpulan tentang corak kepribadian orang ini. Orang ini pastilah berperangai sumbu pendek (suka marah), ekspresif,  ambang rasa sungkan rendah, dan bukan seorang yang dijadikan panutan (seperti misalnya guru, romo, atau pejabat).   Kalimat-kalimat di atas kalau diungkapkan secara lisan kepada teman terdekat masih lebih mending daripada diungkapkan secara terbuka di publik Facebook.

 

Ada lagi yang sebenarnya minta dikasihani tapi berkedok pada kenekadan untuk bunuh diri. Beberapa statusnya melontarkan keinginan bunuh diri. Yang ini sebenernya sedang meratap minta dikasihani dan diperhatikan, dan tidak sungguh-sungguh sedang ingin budir. Orang yang mau budir tuh ya, ndak pake ngomong, apalagi nyetatus di facebook. Mereka akan langsung melompat, menggantung atau menembak dirinya sendiri.

 

Jadi, banyak yang bisa digali dari ungkapan di facebook tersebut dan dikaitkan dengan berbagai aspek lain, seperti kepribadian, kesadaran tentang literasi, dan banyak lagi.

 

Maka, berbeda dengan beberapa teman yang langsung membuang orang-orang sampah seperti itu, saya malah mengoleksinya. Sampah-sampah itu bisa menjadi data kebahasaan yang di tangan saya bisa menelurkan satu artikel ilmiah.

 

Jadi, kalau Anda adalah jenis manusia yang juga suka berkoar di Facebook tanpa filter dan rasa sungkan, percayalah, di mata saya Anda adalah sampah. Sampah yang sangat berharga. So, keep posting your anger, frustration, and fuming.🙂