Kelas Vocabulary Cabul

Posted on September 14, 2016

2


Semester ini saya mengajar Vocabulary di mahasiswa Sastra Inggris semester pertama. Karena masih mahasiswa baru, maka mereka kelihatan masih segar dan juga . . .  polos. Maklum, baru lepas dari bangku SMA. Gaya dan tongkrongannya pun lain dengan kakak-kakak kelasnya yang kelihatan lebih serius, kalau ga boleh dikatakan kucel dan awut-awutan karena merenungi skripsi yang yang tak kunjung selesai, hahahaha!

 

Kelas Vocabulary saya selalu saya mulai dengan Word of The Day dan News of the Day.  Yang pertama adalah membagikan kata-kata baru bahasa Inggris, dan yang kedua membagikan berita terhangat dalam bahasa Inggris juga.  Tujuannya tentunya supaya mereka makin kaya dengan kosa kata bahasa Inggris.

 

Nah, pagi ini saya setengahnya menggoda mereka dengan dua ungkapan dalam bahasa Inggris, yaitu “get laid” dan “wham-bam-thankyou Mam”.

“Kalian tahu apa arti dari kedua ungkapan ini?” tanya saya.

Mereka tolah-toleh ke sesamanya, kening berkerut, mulut melongo. “Wah, ai don kenow, Sir!”

“Hahaha, ternyata kalian ini  . . . . masih suci,” saya berkata sambil mengeluarkan senyuman setan (evil smile). “Masih murni, masih polos, hahaha!”

Mereka kelihatan gregeten dan penasaran menerima penghinaan tersebut. Raut wajah mereka menyiratkan ungkapan tak teredam, seolah-olah mereka sedang mengatakan: “Jangkrik! Kita ini anak muda, kok bisa kalah tahu sama dosen profesor kewut buthak nan bejat ini??!!”.

Bwahahaha!

 

Beberapa saat berlalu. Ternyata tak seorang pun tahu. O alaah, berarti anak-anak saya ini bener-bener masih lugu.

 

“Entar juga kalian akan tahu sendiri,” saya mengelak ketika beberapa dari mereka dengan nada merajuk setengah memaksa saya untuk memberitahukan arti dari kedua kata tersebut.

 

Para pembaca, apakah Anda juga tidak tahu? Kalau Anda sudah dewasa dan sudah sedikit banyak menikmati hidup, pasti Anda tahu arti kedua ungkapan itu.

Ini artinya.

“Get laid” = berhubungan seks.

“When was the last time you got laid?”

“I wanna get laid. Now!”

Bwahahaha!

 

“Wham-bam-thankyou Mam” = berhubungan seks dengan seorang wanita dengan cara yang ndak gentle blas alias sing penting enak, lalu setelah mencapai orgasme ambruk karena kepayahan dan tidur atau cari snack di lemari es, tidak lagi peduli sama sang kekasih yang mungkin masih ingin dicumbu pelan-pelan sebagai pendinginan. Makanya disebut “wham-bam” karena itu mirip dengan orang membanting seseorang ke tempat tidur dan menidurinya, lalu “thank you Mam” menyiratkan setelah puas lalu minggat.

 

Nah, sudah paham artinya, kan?

 

Lho, tapi judul posting ini kok begitu? Yaah, itu kan hanya gimmick aja supaya Anda sekalian membacanya. Ya ga mungkinlah kelas saya adalah kelas cabul. Kelas saya selalu sopan, ramah dan menyenangkan, dan menjamin kepuasan.

Wakakaka!

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in: akademik, humanity, kampus, sex