Peristiwa 11 Sep 2001 adalah Tipuan Terbesar

Posted on September 12, 2016

0


11 September 2011. Dua menara kembar di gedung World Trade Center (WTC) di Amerika runtuh beberapa jam setelah dua pesawat penumpang yang dibajak teroris Timur Tengah menabrak bagian atasnya. Seluruh penumpang pesawat dan pembajaknya tewas, plus ribuan orang di gedung WTC tersebut. Tak lama setelah itu sebuah pesawat penumpang lain juga dibajak teroris Timur Tengah dan menabrakkan diri di Pentagon. Semua penumpang tewas, termasuk beberapa karyawan Pentagon.

 

Itu yang kita ketahui dari berbagai mass media.

 

Ternyata, semua itu besar kemungkinan adalah bohong belaka. Hoax. Ratusan analisis sangat cermat oleh kelompok-kelompok yang kritis terhadap pemerintah Amerika menelurkan berbagai argumen mencengangkan yang bisa dijumpai bertebaran di Youtube dan Internet. Inilah hasilnya:

 

  1. Jika benar ada pesawat penumpang yang menabrakkan diri ke gedung WTC, kenapa tidak ada puing-puingnya di reruntuhan gedung tersebut? Tak ada sisa-sisa mesin, sayap pesawat, atau bodinya.
  2. Lihat baik-baik tayangan ulang ketika pesawat pertama menabrakkan diri ke gedung WTC: mulus, seperti pesawat itu melebur dengan halusnya ke gedung. Para pakar fisika dan penerbangan menegaskan bahwa benda semasif dan secepat sebuah pesawat pasti akan memuncratkan kepingan-kepingan ke arah yang berlawanan dengan arah terbangnya ketika menabrak gedung. Namun, di tayangan video dari bawah tersebut kita lihat betapa mulusnya pesawat itu melebur ke gedung. Lebih gila lagi, beberapa saksi mata yang kebetulan sedang naik helikopter di area sekitar situ menegaskan bahwa tidak ada pesawat yang terekam dalam videonya.  Kesimpulannya: tidak ada pesawat beneran yang menabrak gedung WTC. Gambar pesawat itu dihasilkan oleh hologram sangat canggih sehingga saksi mata di darat melihat seolah-olah ada pesawat yang menabrakkan dirinya ke WTC.
  3. Yang di Pentagon lebih konyol lagi: lobang yang diklaim oleh TV pemerintah sebagai terjadi akibat hantaman pesawat yang jatuh ternyata hanya kecil saja, jauh dari ukuran benda sebesar pesawat Boeing 767. Kalau benar sebuah pesawat jatuh disitu, yang tentunya terjadi adalah sebuah lubang luar biasa besar yang menganga di tembok Pentagon. Kesimpulannya: tidak ada pesawat yang jatuh di Pentagon. Gedung itu hancur di bagian depannya karena hantaman sebuah rudal jelajah jenis Cruise!
  4. Pesawat kedua menabrakkan dirinya ke gedung WTC beberapa menit setelah yang pertama. Analisis tajam tayangan ulang itu menunjukkan bahwa yang menabrak bukanlah pesawat penumpang, tapi sejenis rudal yang kelihatan sangat mirip dengan pesawat penumpang Boeing 767. Lalu kenapa terjadi ledakan di gedung tersebut? Jawabannya: ledakannya dari dalam gedung. Beberapa jam sebelum peristiwa itu, ada pihak yang memasang bom berkekuatan tinggi di beberapa lantai gedung bagian atas yang kemudian diledakkan sepersekian detik sebelum “bayangan” pesawat menabraknya.

 

Masih ada lagi beberapa argumen yang sungguh masuk akal dan makin menguatkan dugaan bahwa pemerintahan Presiden George Bush sedang mengkadali seluruh dunia dengan mengarang cerita yang membuat dunia percaya bahwa Islam sedang memerangi Amerika. Dampaknya jelas: Amerika punya musuh untuk disikat, yaiu golongan teroris radikal di Timur Tengah; ketika maju ke perang menggempur pasukan Osama bin Laden, industri perangnya hidup dan menggulirkan keuntungan milyaran dolar. Sesaat setelah gedung WTC hancur, dinamika pasar dan bursa saham membuat keluarga Bush yang juga memiliki saham di industri minyak turut meraup rejeki.

 

Kalau Anda termasuk yang ternganga membaca posting ini dan menyanggahnya mati-matian, maka terjadilah apa yang diramalkan beberapa orang tentang bagaimana dunia berangsur hancur: “Bingungkan publik sehingga mereka tidak tahu lagi mana yang salah dan mana yang benar, lalu akhirnya berperang sendiri.”

 

The truth is out there. What truth? Nobody knows.

 

 

 

Tagged: , ,
Posted in: Agama, bisnis, humanity