Tuhan Krataak!

Posted on July 24, 2016

0


Tuhan Krataak!

Satu hari setelah kiamat.

Saya mulai capek mengadili sekian puluh juta nyawa yang berderet antri di depan saya. Dari tadi duduk teruss. Pinggang mulai terasa sengkleh, dan punggung serta leher pun cenut-cenut. Itu masih ditambah saya harus berpikir keras memutuskan nyawa yang saya adili harus masuk neraka, atau ke surga, atau ke masa percobaan dulu sebelum ke surga. Biyuuh! Tanpa sadar saya menguap dan mengeluh panjang.

Tuhan agama B yang juga sedang mengadili sekian juta nyawa dari agamanya sendiri nyeletuk: ‘kamu tuh, Tuhan kok capek?’.

Hmm, bener juga ya. Akhirnya saya kuat-kuatkan diri dan kembali mengadili sekian puluh juta nyawa itu.

Tahu-tahu Tuhan agama C yang ada di pojok kanan dan juga sedang mengadili melenguh panjang: ‘haduuuuuhh! Kratak aku, broo!”

‘Hahahaha, salahe dewe umatnya paling banyak’, saya meledek.

Tahu-tahu Tuhan agama X mak jegagik menongolkan kepalanya di pintu. ‘Bro,’ dia memanggil saya. ‘Ini ada satu nyawa di agamaku yang ingin kamu adili.’

‘Lho kok gitu?’

‘Iya, soalnya dia memang gak makan daging Pokemon, tapi istrinya empat–‘

‘Lho kalo yang istrinya banyak tuh kan bagianmu?’

‘Masalahnya ketiga istrinya udah diceraikannya semenit sebelum dia mampus, bro. Maksudnya supaya dia ndak harus mbagi hartanya. Jadi istrinya tinggal satu, dan kalo yang hanya satu gitu kan emang bagianmu, bro?’.

Belum sempat saya menjawab tiba-tiba Tuhan agama B menyela: ‘eh, tunggu! Itu si suami kamu tau matinya kenapa? Ternyata dikasih kopi sianida sama istri pertamanya. Ini lho aku sedang mengadili istri pertamanya.’

‘Jadi maksudmu?’

‘Ya maksudku lebih baik suami istri kamu adili aja, bro. Kan biar episien.’

Saya langsung merengut. Tuhan kok merengut? Ya banoo aa, capek iki lho!

Tiba-tiba mak jegagik di pintu nongol Tuhan agama Z. ‘Hey prenz, ini ada satu nyawa yg dulunya agama A, lalu pindah ke agama X supaya bisnisnya lancar, lalu pindah ke B ikut pacar gelapnya, lalu sebelum modar pindah ke Z. Ini gimana ya kalo kayak–‘

‘Aaah, sudah, sudah!’ akhirnya saya tak tahan lagi, berdiri dan menendang meja. ‘Tauk lah semua! Urusi dewe sana, pusing aku!’

‘Ciye ciyeee, kratak nih ye? Tuhan kok marah?’

Swt!

* dipersembahkan khusus untuk orang-orang tolol yang masih saja percaya siksa kubur, neraka, dan segala macam bel geduwel beh hasil iman membabi buta. Pantas negara ini terbelakang parah😦.

Sent from my iPad