Pembimbing dan Penguji Skripsi

Posted on July 21, 2016

2


Ada sesuatu yang kurang beres: dalam sebuah forum ujian skripsi, hadir dua orang pembimbing dan satu orang penguji. Masing-masing dari ketiga orang ini diberi waktu untuk  melontarkan pertanyaan kepada si mahasiswa penulis skripsi, lalu mereka menilai kualitas jawabannya di sebuah form penilaian.

 

Sampai disini semua jadi rancu, karena peran pembimbing dan penguji jadi tercampur baur. Agak aneh kalau seorang pembimbing justru menguji anak bimbingnya atas hasil pikirannya. Lha kalau ternyata salah, kan seorang yang kritis bisa menanyakan: “lha kok masih salah gitu? Berarti kualitas bimbinganmu jelek dong?”. Nah!

 

Jadi kalau  menurut saya, pembimbing ya membimbing aja, ndak usah ikut menguji. Biarkan saja si mahasiswa dan si penguji bergelut dalam ruang kelas tertutup tanpa CCTV dan menjalankan tugasnya masing-masing: si penguji menanyakan hal-hal metodologis dan teoretis kepada si teruji, dan si teruji menjawab dengan sekuat tenaga (boleh memakai semua tenaga kecuali tenaga fisik atau tenaga dalam). Pembimbingnya mah di luar aja melipat tangan dan berdoa semoga mahasiswa bimbingannya tidak terkapar atau menangis gara-gara ndak bisa menjawab pertanyaan penguji.

 

Sesederhana itu kok.

 

Posted in: akademik, pendidikan