Agama di Tangan Komedian

Posted on July 10, 2016

0


Agama di Tangan Komedian

Melihat agama dari sudut pandang para komedian sungguh menyenangkan. Saya bahagia bisa tertawa akan lelucon-lelucon seperti itu. Memang saya memilih untuk tertawa dan bukan marah-marah lalu menghunus pedang untuk menyembelih para pelawak itu karena agama saya dilecehkan. Marah adalah cerminan iman kerdil dan hey…bukankah sudah kita yakini bahwa marah adalah neraka? Maka saya tertawakan saja lelucon-lelucon religious itu karena hey…bukankah sebagian surga adalah hal tertawa dan menerima apapun di dunia fana sialan ini?

Komedian Ricky Gervais menelisik kisah Adam dan Hawa. Dia soroti perihal sang ular yang membujuk Hawa untuk memakan apel. Dia bilang itu aneh, mana ada hewan yang lidahnya aja belah bisa bicara? Kalau ga percaya coba deh tarik lidahmu lalu belah jadi dua sehingga bercabang, terus coba ngomong. Sulit kan? Mwahahahaha!

“‘Tuhan menghukum Adam dan Hawa. Dia bilang ‘seumur hidup kalian harus membanting tulang untuk bisa hidup, dan sakit gak ketulungan waktu melahirkan.’ Untuk si ular, bentuk hukumannya adalah melata di bumi”

“Yaah, lha wong ular kok disuruh melata? Itu mah bukan hukuman” demikian kata si Ricky disambut gerr seluruh hadirin.

Komedian Dave Allen lain lagi gayanya. Dia menceritakan masa kecilnya ketemu suster galak di biara. Suster dengan tegasnya mengatakan bahwa Yesus itu ada dimana-mana. Dia ada di tangga, di pintu, di bangku, di altar. Dengan polosnya si bocah bertanya ‘wah segitu gedhenya Yesus ya sampe ada dimana-mana, tapi aku kok ndak bisa lihat dia?”

Lalu Dave berpindah ke cerita lain. Tentang dia ketemu seorang Uskup. Dave bilang bahwa dia adalah atheis. Uskup marah dan mengatakan ‘kamu tuh seperti orang yang matanya ditutup, berada di kamar yang gelap, dan mencari seekor kucing hitam yang sebetulnya tidak ada disana.”

Dave menjawab ‘Iya, sama dengan Anda. Anda juga seperti orang yang ditutup matanya di kamar yang gelap, mencari seeokor kucing hitam yang sebetulnya ga ada. Cuma bedanya: Anda menemukannya.”

Yang terakhir itu dalam sekali dan kita bisa tertawa kalau sudah paham betul makna atheis, blind faith dan sebagainya. Tapi apapun itu, di tangan komedian, urusan religius ini memang benar-benar jadi runyam karena diolah dari sudut pandang kritis, kreatif, dan kocak.

Sent from my iPad

Tagged: , ,
Posted in: Agama, humanity