Setelah Lulus, Kamu Mau Ngapain?

Posted on June 21, 2016

2


Ini musim menjelang yudisium. Makin banyak mahasiswa berdatangan untuk meminta tandatangan di atas naskah skripsinya, atau check list syarat yudisium, dan sebagainya. Setiap kali saya menandatangani berkas-berkas tersebut, saya selalu ujarkan pertanyaan di judul di atas: “habis lulus, kamu mau ngapain?”

 

Ada satu orang yang menjawab dengan mantap: “oh, saya sudah kerja, Pak. Jadi penerjemah bahasa Mandarin di Pondok Blimbing Indah.”

“Waah, bagus itu!” sahut saya. “Belum lulus aja sudah dapat pekerjaan. Bagus tuh!”

 

Kali lain teman sekelasnya datang meminta tandatangan juga. Lagi pertanyaan itu: “setelah lulus dari Ma Chung, kamu mau ngapain?”

 

“Saya mau buka usaha sama teman-teman, Pak, usaha dagang dengan perusahaan dari Taiwan.”

 

Weeezzz, keren, keren! Salah satu bidang usaha yang mungkin layak untuk ditekuni: mendatangkan barang dari negeri-negeri Asia, terutama Tiongkok dan Taiwan, lalu menjualnya disini.

 

Lalu kali berikutnya seorang temannya datang untuk minta tandatangan. Saya lontarkan pertanyaan yang sama: “setelah lulus, mau ngapain kamu?”

 

Di luar dugaan, jawabannya sungguh menohok: “Yaaah, belum tahu, Pak, mau ngapain.”

 

Hmm, mungkin dia ingin kawin tapi malu mengungkapkannya. Masa kuliah susah payah 4 tahun begitu lulus malah kawin. Kok gak keren blas gitu lho? Hahaha.

Tapi ya memang ada beberapa lulusan yang begitu: belum tahu akan berbuat apa setelah lulus dan menyandang gelar sarjana. Saya duga mereka pasti berasal dari keluarga mapan. Karena sudah sangat berkelimpahan, mereka tidak merasa harus terburu-buru mendapatkan pekerjaan, atau sekolah lanjut ke S2, atau berwirausaha. Diam di rumah sambil ngelus-ngelus anjing pun masih bisa hidup layak kok? Iya ndak?

 

Nah, keempat mahasiswi itu tadi dari Prodi Mandarin. Sekarang yang dari Sastra Inggris. Ada satu yang datang dan saya tanya pertanyaan yang sama.

“Saya mau ke Jakarta mencari kerja,” jawabnya mantap.

“Kerja apa?”

“Ya ndak tahu, pokoknya cari aja dulu,” jawabnya. “Soalnya nih, orang tua saya sudah mendesak-desak: ‘ayo, segera lulus, cari kerja dan keluar dari rumah’.”

 

Jawaban itu membuat saya sedikit tertegun. Hebat atau sadis ya ortu kayak gitu? Padahal mahasiswa ini cewek lho. Kok ya tega menyuruhnya segera  keluar dari rumah dan bekerja. Tapi di satu sisi, ini cambuk yang baik. Kalau tidak demikian, mungkin si mahasiswi ini akan berakhir nasibnya seperti yang dari Prodi Mandarin tadi: belum tahu mau ngapain.

 

Untuk mereka-mereka yang belum tahu mau kemana, mungkin bisa membuka situs http://www.youthmanual.com Situs ini membantu seseorang mengenali bakat dan minatnya, kemudian mengarahkannya ke berbagai bidang dan jurusan yang cocok dengan bakat dan minat tersebut. Patut dipertimbangkan jika Anda adalah orang yang tergolong belum tahu mau kemana atau mau ngapain setelah lulus.