Ken Arok dan Pesona Ken Dedes

Posted on June 4, 2016

0


Cerita tentang Ken Arok entah kenapa membuat saya jadi tertarik. Bukan hanya karena dia adalah raja di beberapa wilayah yang kemudian menjadi daerah-daerah populer di kota Malang, namun juga karena saya penasaran sehebat apa sih Ken Arok ini? Dari cerita sejarah di bangku SD yang saya ingat hanyalah bahwa dia adalah seorang ksatria pendamping raja  Tunggul Ametung yang kemudian jatuh hati kepada permaisuri raja tersebut, lalu nekad membunuh raja apes itu. Udah itu aja.

 

Maka saya dan tim peneliti sempat kebingungan ketika dua tahun lalu kami mengembangkan sebuah materi pendidikan karakter berbasis sastra lokal. Dengan muatan sastra lokal seperti kisah Ken Arok dan Ken Dedes, nilai baik apa yang mau diajarkan kepada murid-murid? “Bunuhlah temanmu jika kamu naksir pacarnya.” Masa begitu? Hahahaha!

 

Ketika saya minta bantuan mbah Google untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang Ken Arok, saya bayangkan akan disuguhi kisah seorang pria yang gagah berani merebut wanita pujaannya dan kemudian menjadi raja di Tumapel. Saya bayangkan bahwa pertempuran dia dengan raja Tunggul Ametung memperebutkan wanita ayu itu pastilah seru layaknya film Captain America Civil War.

 

Ternyata apa yang saya baca membuat saya terkesima dan kecewa berat: ternyata Ken Arok membunuh raja Tunggul Ametung ketika si raja itu sedang tidur! Faaakk! Hahaha! Kampreet, ini mah bukan pria jantan gagah berani! Ini mah pria penuh nafsu yang pengecut, yang beraninya hanya ketika lawannya sedang tidur.

 

Ternyata Ken Dedes itu sejak lama juga sudah naksir Ken Arok. Maka rencana pembunuhan Tunggul Ametung juga sudah setengahnya didukungnya. Lha kenapa kok bisa begitu? Ternyata, dulu-dulunya si Tunggul Ametung itu mendapatkan Ken Dedes dengan cara merebutnya dari tangan ayahnya, seorang begawan sakti. Karena ndak tahan lagi melihat kecantikan Ken Dedes, dia pun menculiknya. Celaka, sang ayahnya ndak terima dan melontarkan kutukan: ” oo, bajingan, anakku mbok gowo mlayu!. Awas yo, kelak kamu akan mati oleh sebilah keris.”

 

Nah, ternyata benar kan, Tunggul Ametung tewas di ujung keris perwiranya sendiri yang juga kalap melihat kecantikan Ken Dedes.

 

Akhirnya sang permaisuri pembawa celaka itu pun menikah sama Ken Arok. Tapi pada saat itu dia sudah mengandung anak hasil dari Tunggul Ametung. Setelah sang anak ini lahir, dia dinamakan Anusapati. Anusapati, setelah makin dewasa, heran kenapa ayahnya kok kayaknya benci sama dia. Nah, lama-lama dia tahu bahwa Ken Arok itu bukan ayah kandungnya. Ayah kandungnya sudah mati dibunuh Ken Arok. Maka, Anusapati pun membalas dendam. Dengan sebilah keris pula, dia bunuh Ken Arok.

 

Coba, kalau Anda seorang guru yang harus mengajarkan nilai-nilai baik kepada siswa, apa yang bisa diajarkan dengan cerita seperti ini? Ini mah kayak sinetron Uttaran, hahaha! Kemelut Ken Arok kan hanya menyodorkan nafsu lelaki, kelicikan, balas dendam, dan seorang wanita molek pembawa celaka. Betul??

 

Nah,sekarang saya penasaran sama Ken Dedes. Secantik apa sih wanita ini kok bisa sampai membuat dua pria hebat saling bunuh? Di cerita itu sih dikatakan bahwa bagian intim tubuhnya mempunyai cahaya sakti. Cahaya itu bisa membuat seorang pria menjadi raja kalau bisa memilikinya.

 

Nah, tanya lagi ke Google. Ketemulah foto seorang wanita dengan kain membalut tubuhnya yang sangat molek. Ckckck, wajah sempurna, hidung bangir, alis melengkung mengguratkan bara pesona, mata teduh nan mengundang, belum lagi lekuk pinggul dan pahanya. Tengah saya terkagum-kagum, baru saya lihat caption kecil di bawah foto itu: “ini bukan Ken Dedes asli. Ini adalah foto bintang film Taiwan ketika syuting sebuah film.” Diamputt! Pantes kok ayu banget, mwahahahahaha!

 

Begitulah, cerita Ken Arok yang kemudian menjadi cikal bakal raja-raja Majapahit. Sampai sekarang, nama-nama di wilayah kerajaan itu menjadi nama daerah di Malang. Ada jl. Tumapel (rumah saya semasa kecil), ada jalur Singosari, ada Kanjuruhan, dsb. Yah, kalau sekarang dengar kata “Singosari” sih yang terbayang adalah mikrolet dan pasar yang selalu bikin macet, hahaha!