Johnny Depp dan Istrinya

Posted on June 2, 2016

2


Salah satu aktor favorit saya adalah Johnny Depp. Aktingnya prima, dan kemampuannya berubah kepribadian dari satu peran ke peran lain  sangat mencengangkan. Bandingkan dia yang komikal, nyentrik, tapi asik sebagai Willy Wonka di  “Chocolate Factory”

 

JOHNNY DEPP COKLAT

 

dengan dia yang serius, muram tapi kejam di “Public Enemy”:

 

JOHNNY DEPPPUBLIC

 

lalu bandingkan lagi dengan dia yang kocak, cerdik dan agak konyol sebagai Kapten Jack Sparrow di seri “Pirates of the Carribean”:

JOHNNY DEPP PIRATE

 

 

Kita bisa seolah-olah memandang tiga pribadi yang sangat berbeda. Johnny Depp memang luar biasa dan itu membuat saya terpesona.

 

Namun kemarin saya membaca berita pertengkarannya dengan istrinya. Berita itu membuat saya tercengang-cengang karena sungguh mengherankan. Bayangkan, ada satu kutipan begini:

“Dalam satu percekcokan dengan sang istri, Johnny memukul tembok. Akibatnya, tangan kanannya luka dan harus dirawat di rumah sakit. Akibatnya pula, syuting film “Pirates of the Carribean” terhenti  beberapa hari karena menunggu Johnny pulih dari lukanya”.

 

Ini sinting! Ya, kalau gak sinting minimal ya geblek lah. Lha masak tengkar sama istri malah luka sendiri karena mukul tembok? Seberapa sulitnyakah mengarahkan tinju ke tubuh atau wajah sang istri? Masak bisa meleset sekian jauhnya sampai kena tembok? Hahaha!

 

Bisa dibayangkan adegan itu: Johnny memaki “you bitch!”, dan jedhuokkk! tembok digasak, lalu si Johnny mengaduh-aduh kesakitan. “Wathathathathaa, alamaaak, sakit tanganku!” Bwahahaha! Ilang dah machonya sebagai pria dan kapten Jack Sparrow🙂

 

Penggalan berita lainnya membuat saya tercengang pula:

“Sang istri pernah mengeluh bahwa Johnny adalah tipe pria pemukul. Suatu ketika, dalam satu pertengkaran, Johnny melempar istrinya dengan iPhone”.

 

Waduuh, waduuuh, mentang-mentang bintang film kaya raya, nglempar istri aja pake iPhone. Ckckckc! Kalau saya jadi istrinya, ya saya senang aja dilempar iPhone. Walaupun nyonyor tapi kan dapat iPhone gitu loh, wakakaka! Malah akan saya panas-panasi lagi supaya dia nglempar kunci mobil Porsche, kemudian kunci pagar villa, berlian dan entah apa lagi🙂

 

Untuk mereka yang berjenis kelamin pria dan sudah jadi suami, jangan lah sampai memukul pasangan Anda. Itu sangat memalukan dan sadis. Bahkan jika pun istri Anda adalah jagoan tae kwondo,  Anda jangan sampai lah memukul dia waktu sedang tengkar. Ya bukan kenapa, takutnya justru Anda  yang babak belur karena dihajarnya, hahaha! Eh tapi serius, janganlah menjadi wife atau lover beater. Wanita itu harusnya dipeluk, dibelai, dan dibelikan pakaian atau perhiasan, bukan dijadikan sansak dipukuli. Ya kalaupun sangat marah, diam aja lalu tinggalkan aja dia. Wanita tuh paling ga tahan kok kalau malah didiamkan, gak diajak chat, dan diacuhkan. Entar juga akan kembali sendiri🙂

 

Berita berikutnya masih mencengangkan:

“Maka, pernikahan dengan sang istri yang hanya berusia 15 bulan itu pun terancam berakhir dengan kedua pihak saling menggugat”.

 

Haduuh, pernikahan hanya 15 bulan itu lha dulu waktu pacaran ngapain aja to ya? Ya emang sih, gak nyalahkan juga. Dua orang yang sedang dimabuk cinta eros kan memang mengalami kram otak sehingga tidak melihat bibit-bibit perbedaan yang kelak bisa meruyak menjadi pemecah keintiman dan perkawinan. Makanya, pengalaman pahit bintang film kawakan ini harus menjadi pelajaran bagi elu-elu pade yang pada mau kawin. Kalau sedang pacaran, jangan ragu untuk menyoroti perbedaan. Perbedaan itu bisa dalam hal cara pandang, cara menikmati hidup, cara berpakaian, cara menggunakan uang, hubungan dengan orang lain, pendidikan, pandangan hidup, dsb. Kalau memang tidak bisa mentolerir perbedaan itu ya lebih baik balik kanan ambil langkah seribu (ya tentunya setelah mencium dia gudbai sayang, kasihan lah masa ditinggal begitu saja).

 

Jadi sekarang aktor pujaan saya itu sudah dedel duwel bukan hanya secara fisik tapi juga secara mental. Pergulatan dengan sang istri ternyata menyeret urusan pengadilan dengan tuduhan yang sudah ndak karuan banyaknya dan pembelaan dari masing-masing pihak yang juga ndak karuan ribetnya.

 

JOHNNY AMBER