Ngantuuk dan Yoga

Posted on May 31, 2016

0


Kadang-kadang saya masih bertegur sapa dengan mantan murid-murid saya. Ada satu yang menjalankan bisnis ayahnya dan setiap hari mulai buka usaha jam 10.

Murid: “saya ngantuk, Pak”.

Saya: “Ngantuk? Guoblok! Hahaha. Eh, kamu kok ngantukan se?”

Murid: “Tidur jam 3 pagi, Pak.”

Saya: “Lha lapa tidur subuh?”

Murid: “Gak isa tidur, Pak. Pingin kawin.”

O alaah. Hmm, iya se, usianya sudah pas untuk menikah.

 

Tapi saya tidak ingin membahas tentang kawin dan nikah. Saya tertarik menyoroti ngantuknya, karena sebenarnya jam-jam sepuluhan itu kadang-kadang saya juga terserang serbuan rasa ngantuk. Kalau di rumah pas weekend pasti udah saya bawa tidur sungguhan, tapi ini di kantor. Saya ndak bisa begitu saja langsung tertidur karena nanti yang lainnya pada ikut-ikutan tidur, hahaha!

 

Apa yang sebaiknya dilakukan ketika mengantuk di tengah-tengah jam produktif? Ya tidur. Itu jawaban paling masuk akal. Itu juga pasti yang ada di kepala seorang murid saya yang sedang saya ajar semester ini. Dia tuh kalau di kelas saya jam 1 siang bawaannya ngantuk  melulu, padahal kuliah saya sedang panas-panasnya karena ada perdebatan atau saya sedang bersemangat menerangkan. Apa yang dia lakukan? Ya tidur lah. Itu paling masuk akal. Saya pun ternyata juga tidak kalah logisnya: murid ngantuk? Ya udah, biar aja tidur. Mau diapakan juga. Iya to? Jadi lah dia zzzzz di kursinya sementara kuliah terus berjalan. Nah anehnya, beberapa menit  kemudian dia bangun, lalu menjawab pertanyaan atau soal yang saya lontarkan ke kelas. Sementara teman-temannya masih berpikir, dia menjawab. Herannya, hampir semua jawabannya benar!

 

Salah satu cara mencegah badan letoy di tengah jam produktif adalah yoga. Ini ilmu yang baru saja menarik perhatian saya. Sudah banyak sih yang saya baca dan dengar tentang manfaat positif yoga. Namun saya baru tertarik mempelajarinya sendiri seminggu yang lalu. Ikut kursus? Ya endak lah, apaan ikut kursus segala, kayak orang jaman dulu aja, hahaha! Ya youtube laaah, sama Google, apalagi? Pagi-pagi saya setel Youtubenya dan saya pilih “Yoga for Beginners”. Hanya 30 menit klip yang memeragakan tubuh dengan berbagai pose aneh tapi (konon) mujarab itu. Saya coba tirukan. Eh, belum juga setengah jam badan rasanya kayak dipplintir-plintir gak karuan. Blah, ilmu apa pula ini, malah badan jadi sakit semua. Kontan saya matikan yoganya dan saya ganti nonton bokep, eh, maksudku, nonton balap.

 

Ternyata efek yoga itu baru terasa siang harinya. Ndak tahu gimana, badan jadi sedikit lebih segar bahkan di saat-saat kantuk biasanya menyerang. Wah, boleh juga nih ternyata si yoga.

 

Dua hari berikutnya saya lihat lagi Youtube yoganya, dan saya baru paham bahwa pose-pose unik itu memang bertujuan membangun konsentrasi, kebugaran, dan kelenturan tubuh.

 

Setiap pose yoga dilakukan dengan durasi 10 – 20 detik. Nafas dihembuskan dengan biasa saja, kadang dihembuskan agak keras lewat mulut. Lumayan capek yang menyehatkan. Kalau melakukannya dengan benar, dalam waktu 15 menit saja sudah mulai berkeringat.

 

Pose kobra dengan badan tengkurap, paha dan perut menempel lantai, dada ke atas dinaikkan dengan tangan di kedua sisi kanan dan kiri. Persis seperti kobra mau mematuk:

YOGA KOBRA

 

Pose kucing dan sapi. Kedua pose ini biasanya dilakukan dalam satu rangkaian:

 

YOGA CAT

 

 

Pose V terbalik:

YOGA V

Pose ini umumnya ditambah dengan gerakan pinggang memutar-mutar, atau salah satu kaki dinaikkan ke atas melengkung ke arah kepala. Ini latihan yang sangat bagus untuk otot harmstring:

 

Pose hero:

YOGA HERO

 

Masih banyak pose-pose yoga. Yang saya postingkan ini baru yang untuk pemula. Namun itu pun sudah cukup untuk membuat stamina dan konsentrasi lebih prima. Setiap pagi selama 15 – 30 menit kita bisa melakukan yoga. Saya sendiri menyelinginya dengan jalan pagi. Sehari jalan pagi, besoknya yoga, dan seterusnya.

 

Kenapa ya mau repot merawat kebugaran tubuh? Jawabannya sederhana saja: “rawatlah tubuhmu; soalnya kalau ndak, tubuhmu nglokro terus mati. Lha terus kamu mau tinggal dimana?”

 

Hahaha! Bener juga sih!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tagged: , , ,