Kalau Donal Trump Menang Terus Piye?

Posted on May 4, 2016

0


Sudah saatnya Bro Obama turun takhta. Nah, siapa yang akan menggantikannya sebagai Presiden USA? Celaka, Cruz yang dianggap banyak orang masih “waras” ternyata memilih mengundurkan diri. Tinggallah 2 kandidat yang sama buruknya: Donal bebek, eh, maksudku, Donald Trump, dan Hillary Clinton.

 

Donal Trump, seperti sudah diketahui banyak orang di dunia, adalah calon presiden yang dikenal rasis, dan keras terhadap imigran. Secara terbuka dia membuka konfrontasi verbal dengan China (yang sebenarnya juga ndak kalah mokongnya). Dulu ketika dia mencalonkan diri di awal musim kampanye, banyak orang menganggapnya ndak punya harapan. Donal Trump jadi presiden Amrik? Hahahaha! Demikian komentar banyak orang saat itu. Maklum, dia memang kaya raya, tapi pengalaman politiknya minim. Tapi toh sekarang faktanya dia menang terus di berbagai tahapan kampanye, dan sangat sangat mungkin dia akhirnya menjadi pemenang. Donal Trump jadi presiden Amrik! Huhuhuhu! Demikian akhirnya tangis dunia ini.

 

Kita yang di Asia patut ketar-ketir kalau Donal Trump jadi presiden. Dari nada-nada kampanyenya selama ini, dia  pasti bukan orang yang simpatik sama orang-orang Asia. Ah, tapi endak juga, kata seorang teman. Asia, buat Amrik, masih benua yang sangat penting untuk kebijakan geopolitiknya. Amrik itu sudah ndak cocok sama Eropa, dan menghindari Amerika Latin. Jadi yang masih potensial (baca: “bisa digarap”) ya Asia.

 

Demikianlah demokrasi. Sekalipun menurut logika dunia Mr. Trump tidak cocok untuk menjadi presiden Amrik, kalau rakyatnya menghendaki dia sebagai pemimpin, ya jadilah dia presiden. Anggota Senat, DPR, kaum agamawan, boleh saja mengemukakan keberatannnya, tapi kalau suara rakyat terbanyak menghendaki orang itu sebagai presiden, ya sudah, harus diterima.

 

Tak urung beberapa pendiri Amerika pernah secara sengaja membatasi hak pilih untuk orang-orang hitam, wanita, dan orang miskin. Hanya mereka yang terdidik dan mapan yang boleh memilih. Ya, itu dilakukan supaya tidak terjadi suara rakyat banyak akhirnya memilih seorang figur yang oleh para petinggi dan kaum mapan lainnya dianggap tidak tepat.

 

Ya, sebenarnya itu juga pernah dan sering terjadi di Universitas [tiiiiiittt], yah, sensornya keburu bunyi dah, hahaha!

 

Ah, topik politik memang menarik tapi tidak asik. Setuju? Ok, soal lain saja. Pernah kan mendengar lagu-lagunya Linkin Park, Maroon 5, atau Red Hot Chili Peppers?  Pernah juga mendengar musik dangdut jaranan atau dangdut koplo atau gamelan? Nah, sekarang bayangkan kalau keduanya dikombinasikan. Jadi kayak apa?

 

Ternyata unik dan enaaak! Hahaha!

 

Saya mendengarkan lagu “Payphone” oleh Maroon 5 yang sudah diubek-ubek sehingga jadilah dia menaynyi dengan suara gamelan sebagai pengiringnya. Ternyata enak loh! Itu masih belum apa-apa. Coba dengarkan lagu “The Otherside” oleh Red Hot Chili Peppers yang diramu ulang dengan musik dangdut koplo. Biyuuuh, ndak koplo sama sekali. Enak pol jadinya!🙂. Memang hebat seniman-seniman kita ini. Kok ya bisa menemukan ruang untuk berkreasi  untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan enak didengar.  Lagu “THe Otherside” itu mengandung jeda yang ternyata pas sekali kalau diisi dengan suara aneka macam perkusi khas musik dangdut. Hasilnya? Wow yeaaah, wenaaak! Tarrriiik, brooo!

 

 

 

 

 

 

 

Posted in: musik