Translanguaging

Posted on April 7, 2016

0


Ketika berjalan-jalan di Jepang saya sering menjumpai kalimat bahasa Inggris yang agak aneh:

“Please refrain from talking on cellphones when you are on a train.”

“Please refrain from smoking.”

“Please refrain from annoying others with noise.”

Dan satu lagi di tagline sebuah iklan: “Your enjoyable and fun ride. You will fight for your dreams.”

Tidak ada yang salah dengan grammar semua kalimat di atas. Semuanya benar. Namun yang membuat agak aneh adalah bahwa kalimat-kalimat semacam itu jarang atau bahkan tidak akan pernah diujarkan oleh penutur asli bahasa Inggris. Dalam budaya Inggris, ketiga kalimat pertama akan dengan langsung diungkapkan tanpa sungkan: “Dont smoke”, “No smoking”, dsb.

 

Kalimat tag line iklan di atas juga aneh karena kalimat pertama kontras sekali dengan kalimat kedua. “Anda akan menikmati perjalanan yang menyenangkan, tapi Anda harus BERJUANG untuk meraih mimpi Anda.” Aneh kan? Katanya fun, lha kok harus berjuang?

 

Ini lah gejala translanguaging, yaitu upaya orang dari budaya non-Inggris untuk mengungkapkan kondisi sosial dan kognitifnya lewat bahasa Inggris, bahasa yang notabene bukan bahasa asli budayanya. Akibatnya, sekalipun semua kata dan susunan kalimatnya adalah bahasa Inggris, jelas sekali cara pengungkapannya adalah budaya khas asli orang tersebut. Karena bangsa Jepang adalah bangsa yang sangat sopan, ketika mengingatkanpun mereka memperhalusnya dengan kata “refrain from”.

 

Singlish. Singaporean English. Kabarnya, entah guyon atau serius, Air Asia akan memulai percakapan di pesawat dengan menggunakan Singlish, yaitu ragam bahasa Inggris yang lumrah diujarkan oleh orang-orang Singapore. Jadi jangan heran kalau suara di pesawat akan mengatakan: “you kiat kiat the seatbelt,” atau “this is very shiok!”. Apa artinya? Ya ndak tahu, saya bukan orang Singapore.

 

Tapi ini ide konyol. Akan sangat membahayakan kalau bahasa nyeleneh macam Singlish ini digunakan sebagai medium komunikasi di penerbangan. Kalau terjadi kesalahpahaman karena tidak semua pekerja udara mengerti bahasa itu, kan bisa fatal akibatnya?

 

 

 

 

 

 

Tagged: , ,
Posted in: Uncategorized