Firth of Fifth

Posted on February 24, 2016

2


Suatu ketika, saya bermobil dengan ayah dan ibu saya. Saya memutar sebuah lagu dari tape mobil (waktu itu jaman baheula, belum ada pemutar CD di mobil). Lagu itu rupanya membuat tercengang orang tua saya. Tapi itu hanya berlangsung  1 menit  11 detik pertama. Setelah mendadak ada bunyi drum dan raungan gitar listrik, ayah saya ngomel: “kenapa kok ndak yang tadi aja? Lebih bagus yang tadi itu.”

 

Orang tua saya merasa terpesona oleh intro lagi tersebut. Mungkin mereka heran bagaimana mungkin anaknya yang baru juga usia 24 tahun bisa menyukai lagu sebagus itu yang biasanya didengarkan oleh orang-orang sebaya mereka.

 

Lagu aneh itu berjudul “Firth of Fifth”, sebuah lagu klasik art rock dari grup Genesis di tahun 1960 – 1970 an. Memang apik. Kalau sempat, coba cari di Youtube, dan dengarkan 1 menit 11 detik pertama. Kalau punya selera musik lumayan, Anda akan sepakat dengan saya bahwa penggalan awal itu memang memukau.

 

Suara apa to disitu itu? Piano. Murni piano. Makanya, saya bilang apik karena piano kan identik dengan sesuatu yang anggun, agak angkuh, tapi memukau.

 

Firth artinya “daerah perairan di teluk” atau “lautan di daerah pantai”. Kenapa fifth. Yo embuh. Saya jadi ingat ketika studi di Wellington th 1992, pada saat makan malam, ada seorang mahasiswa nyentrik. Anak ini suka ngomong sendiri; temannya gak banyak karena memang kayak freak gitu. Nah, di jam makan malam itu, dia mendekati piano di ruang makan, lalu membuka tutupnya, meletakkan buku di atas deretan tutsnya, lalu sambil membaca buku itu dia memainkan intro lagu “Firth of Fifth” yang menawan itu. Tanpa salah satu not pun!!

Saya benar-benar literally melongo melihat adegan itu. Gemblung tenan! Jenius!

Jadi saya pikir, hanya seorang jenius bule yang mampu memainkan bagian awal lagu itu. Tapi saya salah. Suatu ketika, tahun 2012, si sulung tergopoh2 memberitahu saya: “Pa! Andra bisa main Firth of Fifth!”. Andra ini adalah anak tetangga, usianya saat itu baru sekitar 15 tahunan. Di rumahnya, dia punya piano kecil, dan saat itulah, dari loteng saya, saya mendengar bunyi piano dari rumah sebelah, memainkan lagu “Firth of Fifth” itu, tanpa salah satu notpun!

Ckckk. Kereeen!

 

Genesis memang grup band legendaris. Satu lagi lagunya yang saya suka adalah “In the Cage/Cinema Show”. Kalau ini bukan lagi piano, tapi rentetan suara drum yang elok tenan di tengah-tengah lagu. Yang jelas, nampaknya bunyi bak senapan mesin firdaus itu dihasilkan oleh beberapa drum yang ditabuh dengan kecepatan dahsyat, menghasilkan suara yang seolah datang dari jauh, menyerbu dekat, lalu menjauh lagi.

 

Penasaran? Ya wis, cepet sana dengarno dewek dari Youtube.🙂

 

 

 

 

 

 

 

 

Tagged: , ,
Posted in: Uncategorized