Yang Aneh tapi Nyata

Posted on January 30, 2016

0


 Jaman berubah. Semua juga tahu itu. Tapi kadang-kadang ada beberapa hal yang membuat saya setidaknya ketawa dan geleng-geleng kepala saking menakjubkannya perubahan itu.

 

Jaman dulu, sebelum dekade 90 an, beberapa orang akan mencurahkan masalah pribadinya ke sebuah diary. Putus asa, jatuh cinta, patah hati, memendam perasaan, mendendam dan sebagainya akan ditulis di buku harian dan disimpan rapat-rapat. Jika secera tidak sengaja buku harian itu terbaca oleh seseorang, maka pemiliknya pun bisa sangat marah karena ungkapan pribadinya dibaca orang lain. Jaman sekarang, itu terbalik. Banyak orang mulai suka mencurahkan perasaannya secara terbuka di online socmed. Marah, sebal, jatuh hati, patah hati, dendam, mengutuk, semua dituliskan di socmed mereka. Ketika tidak ada orang lain yang menanggapinya atau setidaknya memberinya ‘like’, marahlah mereka. Lucu sekali bukan? Benar kata orang bijak: wolak waliking jaman. Yang dulunya urusan pribadi dan disimpan rapat2, sekarang dimuncratkan di socmed dan malah kecewa kalau orang lain ndak menggubrisnya.

 

Jaman duluuu, kalau kita pulang dari bepergian dan membawa banyak foto, kita akan menyimpannya di album pribadi. Kalau ingin mengenang perjalanan itu, kita akan membuka album tersebut dan melihat kembali foto-foto tersebut. Jaman sekarang, kebiasaan itu akan ditertawakan, karena ada satu elemen yang kurang: narsisme dan pamer. Maka kalau Anda pulang dari bepergian dan membawa banyak foto, Anda akan langsung menaruh foto-foto itu di Instagram, Path, atau Facebook. Jadi, kedua elemen egois tadi akan terpenuhi: Anda bisa pamer dan nafsu narsisme Anda dilihat orang lain.

 

‘Saya tidak ingin pamer,’ kilah seseorang. ‘Saya hanya suka foto-foto pemandangan dan gedung-gedung. Makanya saya pasang semua itu di Instagram saya.’

 

Masih tersisa pertanyaan heran: ‘kalau hanya untuk dilihat dan dinikmati, kenapa ndak di album pribadi aja ya yang tidak usah harus dilihat orang lain?’ Ya tapi itulah: narsisme dan nafsu berahi untuk pamer sudah mengalahkan akal sehat🙂

 

Okelah . . . .🙂 Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized