Soulmate

Posted on December 24, 2015

0


Soulmate

Soulmate. Untuk banyak orang, kata ini dimaknai sebagai ‘teman sejiwa’ atau lebih tepatnya ‘kekasih’. Soulmate adalah orang yang dicintai, disayangi, dan menempuh perjalanan hidup ini bersama-sama. Banyak orang berjuang untuk mendapatkan soulmate. Beberapa mampir dalam hidupnya, lalu ternyata tidak cocok, lalu berpisah. Ketemu lagi orang lain, berpacaran lagi, ternyata tidak cocok, berpisah lagi. Demikian seterusnya sampai akhirnya ketemu dengan orang yang cocok, lalu mereka pun bersatu dalam pernikahan.

Namun, baru-baru ini saya membaca definisi baru tentang soulmate. Menurutnya, soulmate justru bukan seseorang yang cocok dengan kita, punya hobi yang mirip, bisa saling membahagiakan dsb. Soulmate justru adalah orang dengan kualitas sebaliknya. Soulmate adalah orang yang hadir dalam hidup kita, dan membawa sifat yang berlawanan dengan sifat kita, sering membuat kita geram dan marah, pendek kata sering membuat kita galau dan bertanya-tanya ‘kenapa orang kayak begini bisa hadir dalam hidupku?’.

Orang seperti ini disebut soulmate karena pada akhirnya, setelah semua pertikaian, percekcokan, konflik, bahkan dendam dan perkelahian, kita ‘dipaksa’ menjadi sadar akan diri kita sendiri. Kita akan dipaksa melihat kelemahan-kelemahan diri kita sendiri yang selama ini jarang kita lihat dan sadari. Pendek kata, hubungan dengan seorang soulmate –yang bahkan kita juluki ‘musuh’ itu –akan membuat kita geram pada awalnya namun berujung pada kesadaran akan jati diri kita sesungguhnya.

Lalu apa istilah untuk orang yang membuat kita serba nyaman, terlena dalam hubungan yang manis-manis saja, sedemikian sampai kita tidak mampu berintrospeksi dan menyadari jati diri kita sesungguhnya?

Orang seperti ini disebut ‘soul partner’, bukan ‘soulmate’.

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized