Mahasiswa Bertanya Malah Aku Tanya Balik

Posted on December 11, 2015

0


Hari ini ada dua orang mahasiswa datang ke kantor.

“Pak, saya mau tanya,” demikian mereka berkata. “Apa ya tema yang paling tepat untuk pelatihan bahasa di desa itu?”

Saya balik bertanya: “lha menurut kamu tema apa yang paling tepat?”

Sejurus mereka berpikir: “Hmm, mungkin ini, Pak, yaitu ‘persiapan menyambut datangnya Masyarakat Ekonomi Asean’.

“Lhaa, betul itu,” saya menyambut.

 

Lalu mereka mengucapkan terima kasih dan pergi.

 

Sejurus kemudian ada mahasiswa lain datang dengan pertanyaan berbeda:

“Pak, saya kan rencananya mau nulis tentang kurikulum 2013 di dua sekolah. Saya mau bandingkan guru yang lebih senior dengan guru yang lebih muda.  Saya melihat yang muda ini lebih paham Internet, sementara yang lebih tua ndak paham. Saya ingin melihat apakah mereka mengajar dengan cara yang berbeda sekalipun kurikulumnya sama. Nah, kerangka teori apa ya yang paling pas untuk rencana saya itu?”

 

“Lha menurut kamu, teori apa yang tepat?” saya balik bertanya.

Dia kelihatan masih kebingungan.

“Coba kita lihat konsep-konsep utama dari uraianmu tadi. Ada kurikulum, ada guru, ada media pengajaran.”

“O iya, Pak,” dia mulai paham.

“Jadi, kerangka teorimu itu bisa kamu turunkan dari situ. Cobak, sekarang sebutkan teori apa yang sesuai?”

 

“Jadi ya pertama adalah kurikulum, kedua adalah guru, dan ketiga media pembelajaran.”

“Yaa, benar.”

 

Dan mahasiswa itu pun lantas pulang dalam damai Tuhan.

 

Dengan dosen seperti saya, mungkin banyak mahasiswa yang merasa heran bahkan sebal karena setiap kali mereka bertanya, eh, bukannya menjawab, saya malah balik bertanya.

Kenapa demikian?

Ya karena saya adalah guru. Guru itu tugas utamanya adalah “memaksa” muridnya untuk berpikir. Maka, kalau mereka bertanya dan langsung saya berikan jawabannya, mereka tidak akan terlatih untuk berpikir.

Saya makin sering menekankan hal ini seiring dengan makin lamanya mereka studi di kampus. Untuk mahasiswa semester 1 sampai 3, saya masih lebih banyak menjawab; namun begitu mereka menginjak semester 4 ke atas, saya akan makin sering bertanya ketika mereka bertanya, karena ya itu tadi: ” saya adalah guru kalian. Tugas saya sebagai guru adalah membuat kalian berpikir, bukan sekedar menghafal apa yang saya katakan. Maka jangan gusar kalau saya malah balik bertanya, karena dengan begitu kalian akan terlatih untuk berpikir.”

 

 

 

 

Posted in: Uncategorized