Fisika Kuantum dan Kita

Posted on December 8, 2015

0


Saya memandang bahwa para ilmuwan fisika pastilah orang yang sangat dekat dengan Tuhan. Bukan karena mereka rajin berdoa, tapi karena pekerjaan mereka membawa pada hal-hal menakjubkan yang kalau dirunut lebih jauh sedikit akan membawa mereka pada kesadaran bahwa Tuhan itu sungguh nyata adanya.

 

Salah satu temuan yang mengagumkan adalah tentang kuantum. Maafkan kalau saya menerangkannya secara apa adanya karena memang fisika bukan bidang saya (asal tahu aja bahwa ketika di SMA dulu nilai Fisika saya  . . . ah, ya gitu deh, malu saya nyebutkannya karena memang sangat memalukan hahaha). Namun secara sederhana, penjelasannya demikian: sebuah  partikel sub atomik (elemen dari sebuah atom atau yang berukuran seperti atom) mempunyai kembaran. Kalau satu partikel itu kita amati, atau kita utak-atik, maka partikel satunya juga akan ikut bertingkah seolah-olah sedang diutak-atik, atau pengamatan kita itu akan mengubah lagak dari partikel kembarannya tersebut. Berapa jauhnya kedua partikel itu? Bisa milyaran kilometer!

 

Jadi betapa menakjubkannya dua partikel yang terpisah jaraknya sampai milyaran kilometer bisa bertingkah sama ketika sedang diamati atau diutak-atik.

Lalu apa hubungannya dengan manusia?

Ya, kalau badan dan pikiran manusia itu juga tersusun atas atom-atom dan sub partikelnya, maka tidak sulit untuk memperkirakan bahwa apa yang seorang rasakan atau alami, bisa dialami juga oleh manusia lainnya. Ya, secara kasar demikianlah kesimpulan yang bisa saya tarik.

 

Lalu satu lagi yang menakjubkan: tentang kehampaan. Hampa disini maksudnya sebuah ruang yang tidak terisi sama sekali, bahkan oleh partikel sekecil atom. Bisa bayangkan sebuah atom kan? Atom itu terdiri dari satu inti, yang dikelilingi oleh elektron, seperti bulan dan Bumi mengitari  matahari. Nah, ruangan di antara sang inti dan elektron yang mengelilinginya itu kan hampa ya? Ndak ada apa-apa disitu. Hampa.

Karena semua benda yang kita lihat di dunia ini tersusun atas atom, maka dapat disimpulkan bahwa semua benda itu–termasuk manusia– ternyata tersusun atas kehampaan belaka. Bahwa kemudian bisa mengambil bentuk tertentu seperti batu, besi, tanaman, daun, anggota tubuh, mobil dan sebagainya, itu karena sang Energi bergetar pada frekuensi yang cukup rendah sehingga terbentuklah suatu wujud. Seorang pakar fisika meringkasnya dengan  ini : “all matter is merely energy condensed to a slow vibration”. Lebih jauh dia mengatakan bahwa materi (matter, bhs Inggrisnya) sebenarnya tidak ada, karena ya itu tadi, kalau dilihat lebih cermat, semua materi itu hanyalah atom beserta kehampaan yang menjadi wadah tempat dia berada. Dengan demikian, orang yang begitu melekatnya pada materi (benda duniawi seperti harta, emas, mobil, rumah mewah dsb) seolah-olah materi itu sangat nyata adanya  sebenarnya menjalani hidup yang sia-sia. Kenapa? Ya karena apa yang dia pegangi erat-erat dan pertahankan erat-erat itu sebenarnya tidak lain dan tidak bukan adalah kehampaan. “Matter is basically empty; universe is empty”, demikian kata pakar fisika itu.

 

Nah, sekarang kita sadar bahwa yang membentuk tubuh kita ternyata ya sama dengan yang membentuk manusia lain di sekitar kita, yang membentuk batu di halaman rumah kita, yang membentuk laptop, ponsel, meja, kursi dan banyak benda lagi di sekitar kita. Semuanya adalah atom dan kehampaan, plus getaran Energi yang menjadikannya (seolah-olah) berwujud padat sehingga bisa kita tangkap lewat indera.

 

Maih ada satu pertanyaan mengganjal: Sang Energi itu lho, lha kenapa kok mau repot-repot menjadi manusia, batu, binatang, tanaman, asteroid, matahari, laut, planet, gas dan sebagainya?

Para pakar fisika menjuluki hal ini dengan satu kata yang elok penuh nuansa misteri yang dalam, menakjubkan, dan sakral: KESADARAN.

Seorang dari antaranya meringkasnya dengan kalimat padat penuh makna: “All things are ONE thing manifesting in many, many different ways.”

Jadi kesadaran yang sejatinya hanya SATU itu kemudian mewujud menjadi trilyunan bentuk fisik: manusia, binatang, bintang, bebatuan, air, logam, udara, dan banyak lagi benda yang mengisi alam semesta ini.

Itu adalah sang Alam Semesta yang sedang menyadari dirinya sendiri sebagai Alam Semesta.

 

 

 

Posted in: Uncategorized