Cerita Pendek

Posted on November 26, 2015

0


 

Setelah memutuskan bahwa hobi baru saya adalah menulis cerpen, saya sudah menerbitkan beberapa cerpen di situs storial.co.

Kumpulan cerpen yang judulnya “I Want to be Happy” itu sudah dibaca sekitar 629 orang. Lumayan lah, walau kalau dibandingkan dengan penulis yang lain jumlah itu hanya seujung kukunya. Pembacanya tidak banyak mungkin karena semua cerpen saya dalam bahasa Inggris, atau topiknya memang tidak populer. Topik populer itu biasanya menye-menye, dan itu sangat tidak saya banget, apalagi pada usia seperti ini.

Apa lacur, ternyata judul yang memuat kata menye “love” memang yang paling banyak dibaca, yaitu cerpen saya di bawah ini:

http://www.storial.co/book/i-want-to-be-happy/3

 

Dan satu lagi ini:

http://www.storial.co/book/i-want-to-be-happy/5

 

Kedua cerita itu dibaca 106 kali dan 95 kali, berturutan.

 

Nah, mantan mahasiswi saya paling suka cerita yang ini:

 

http://www.storial.co/book/i-want-to-be-happy/4

Kenapa dia suka? Ya karena ending dari cerpen itu sangat tidak diduga🙂. Mau tahu? Ya, silakan aja dibaca dengan mengklik link di atas.

 

Favorit saya adalah cerita saya yang pertama, yang memang memerlukan kontemplasi dan oleh karena itu yang membaca cukup 75 ekor manusia saja:

http://www.storial.co/book/i-want-to-be-happy/1

 

Saya menulis juga tentang homo dan jihad. Mau tahu yang mana? Ya, silakan klik aja link-link di atas dan nanti akan Anda lihat judul-judul cerpen yang sudah saya tulis.

Dari mana saya dapat ide cerpen2 nyeleneh itu? Ya, sudah pernah saya tulis bahwa untuk hobi menulis, saya ndak pernah mikir. Otak saya itu saya eman-eman untuk berpikir tentang metode pendidikan bahasa; nah, yang biasanya memberitahukan saya ide cerpen adalah sesuatu yang diluar otak  dan tubuh saya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in: Uncategorized