Hantam Kanan Kiri

Posted on October 29, 2015

0


Di kantin dipajanglah sebuah figur terkenal dengan tulisan di bawahnya: “mendapatkan penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden”. Saya mendengus sambil tersenyum nyinyir. Ndak salah tah?

Buat saya, masih banyak tuh orang yang bukan selebriti atau pedagang atau anggota parlemen yang pantas mendapatkan Bintang Jasa Utama. Tuh baca halaman terakhir Kompas. Banyak kisah nyata disitu tentang pejuang lingkungan hidup, pendiri sekolah untuk anak melarat, pemerhati dan perawat benda-benda budaya dan kesenian tradisional yang nyaris punah dilindas jaman edan ini. Itu tuh, orang-orang itu yang semestinya mendapatkan Bintang Jasa Utama dari Presiden.

Gerah dengan socmed, saya pun mentweet sesuatu yang pasti akan membuat banyak orang berang: “Posting your prayers on twitter wont spare you from hell”. Ya aneh aja orang jaman sekarang. Lha wong doa kok dipasang di socmed. Apa maksudnya? Ya pasti lah maksudnya mau pamer. Biar dikira rajin berdoa, suci, dan dekat dengan Tuhan. Blaah! HUeek!!

Sumpah Pemuda. Memasang status: “Bangsa yang aneh. Wong sudah jelas yang membaca sesama orang Indonesia kok ngotot memasang spanduk dalam bahasa Inggris. Sinting”. Eh, ada kolega yang mendebat. Ujung2nya dia mengatakan bahwa dulunya bahasa Indonesia ini adalah bahasa creole, jadi ndak usahlah merasa bangga. Wah wah wah, jalan pikiran ini berbahaya sekali. Lha terus kalau nuruti argumennya, kita ndak seharusnya merasa bangga dengan bahasa kita sendiri? Astagaaa . . . . apa jadinya bangsa ini? Sudah ngawur, ndak bangga pula sama bahasanya sendiri. Parah.

Ini sebabnya kenapa posting ini diberi judul “hantam kanan kiri”, karena memang isinya melampiaskan kesebalan terhadap berbagai pihak.

Puas dah.

Posted in: Uncategorized