Stand Up Comedy Toastmaster

Posted on October 5, 2015

2


“If loving you is wrong, I never want to be right”.

Hadirin pun terkesima dan bertepuk tangan.

Sabtu, 3 Oktober 2015. Theater Room Universitas Ma Chung. Saya duduk disitu menyimak suguhan demi suguhan oleh 7 orang anggota Toastmaster yang hari itu berlomba dalam ajang Humorous Speech Contest. Setiap peserta, yang rata-rata berusia awal 30 an tapi juga ada yang 50 an, menampilkan stand-up comedy dalam bahasa Inggris selama 7 menit. Mereka bukan hanya pandai berbahasa Inggris, tapi juga pintar melawak dengan kalimat-kalimat kreatif, menohok, dan menggetarkan perut. Salah satunya ya yang saya kutip di atas itu.

Salah satu peserta ternyata adalah tetangga saya di kompleks dosen IKIP Malang. Dulu seingat saya dia adalah putra bungsu sepasang suami istri BaCin (Batak Cina), karena sang ayah adalah orang Batak sementara mamanya keturunan Tionghoa. Waktu saya sudah SMP anak itu masih bocah ingusan. Eh, tau-tau sekarang saya sudah melihatnya sebagai pemuda ganteng dengan kemampuan stand-up comedy yang prima. Namanya Reggy Hasibuan. Kalau kita cari di Youtube dengan nama itu, akan muncul sejumlah videonya sedang membanyol di berbagai ajang dengan bahasa Inggris.

Saya ngakak berkali-kali mendengarkan ocehannya siang hari itu. Bahasa tubuh dan mimik yang pas dipadu dengan vokal yang lantang dan kalimat-kalimat menggelitik. Gayanya khas: singkat, tapi menonjok. Dalam salah satu video klipnya dia menyapa wanita berjilbab: “Women with kerudung always give me dilemma. You all look pretty, but if I touch you, I go to hell! If I hug you, I go to hell! So I’d better marry you. But if I marry you, what ‘s the point of living??”.

Untuk orang yang tidak bisa berbahasa Inggris, tentu guyonan ini sulit membuat ketawa. Tapi untuk orang yang paham dan sangat tahu bagaimana dinamika kehidupan religius di negeri ini, ucapannya yang terakhir itu benar-benar sangat menohok. Hahahaha!

Salah seorang peserta lain, namanya pak Alfan, adalah seorang pengusaha namun tertarik dengan kegiatan stand-up comedy ini. Dia bercerita bahwa dia tidak pandai melucu, dan kalaupun disuruh melucu yang keluar adalah lelucon cabul karena ya hanya itulah yang dia hafal.

“Sulit membuat orang lain ketawa, apalagi di Indonesia,” kata saya kepadanya pada waktu rehat kopi. “Oh, iya,” dia membenarkan. “Saya pernah cerita lucu-lucu tapi nggak ada yang ketawa. Waduh,, rasanya langsung down banget,”. Saya pun ketawa karena benar-benar bisa merasakan hal tersebut. Di beberapa posting sebelumnya kan pernah ya saya cerita beberapa episode dalam hidup saya yang sangat mengenaskan karena ngelucu di depan kelas dan ndak ada yang ketawa….

Toastmaster sendiri adalah sebuah organisasi nir laba yg bertujuan meningkatkan ketrampilan public speaking dan kepemimpinan. Jadi ini bagus untuk Anda yang ingin tampil percaya diri dan mampu memimpin orang lain dengan gaya bicara yang bagus. Rata-rata setiap anggotanya diasah untuk mau membuka percakapan dengan orang asing yang belum dikenal. Makanya siang itu ada beberapa orang yang menyapa saya dengan ramah dan lalu berbincang-bincang sebentar. “Saya dulu ya kayak kamu ini, males nyapa orang lain yang belum kenal,” kata Kurt, seorang Amrik, kepada saya. “Tapi kalo lu di Toastmaster, lu harus berani dan mau menyapa orang lain bahkan berteman ma mereka.”

“Wah, itu mah gak gue banget,” pikir saya. Tapi saya suka hal itu. Kurt memang benar, dan terima kasih lho yaaa udah mau nyaranin hal yang sulit buat saya tapi bermanfaat ituuu.

Satu hal positif di Toastmaster adalah kita yang bahasa Inggrisnya masih ndak karuan ndak perlu minder, karena para anggota Toastmaster tidak suka merendahkan orang lain sekalipun orang lain itu masih belepotan gak karu2an. Ada semacam mekanisme pemberian umpan balik untuk mereka yang masih lemah. Menurut Ms. Judy, pemimpin Toastmaster Malang yang sangat ramah, “Anda tuh ndak mabndingkan dengan orang lain, tapi dengan Anda sendiri. Kamu tuh sekian bulan yang lalu masih kayak gini, ngomong kaku grammar ajur, tapi sekarang? Coba lihat, setelah ikut Toastmaster kamu akan berubah, dan perubahanmu itu yang harus kamu jadikan semangat untuk terus maju.”

Camkan hal itu!

Posted in: Uncategorized