Duit, Duit, Duwiiit….

Posted on October 1, 2015

0


Seorang bijak dengan jlebz mengatakan atau tepatnya meringkas sikap ambigu sebagian besar manusia terhadap duit: “Anda mendambakan uang, tapi pada saat yang sama sikap maupun pikiran Anda menolaknya. Maka ndak heran Anda selalu merasa kekurangan duit.”

Kalau disimak benar kata-katanya, mungkin ada benarnya: kita menginginkan uang, tapi pada saat yang sama kita mengatakan dengan sok alim: “uang bukanlah segalanya; lebih baik sejahtera dimanja cinta daripada banyak uang tapi ndak bahagia” dsb dsb.

Karena para spiritual selalu mengaitkan pikiran manusia dengan getaran alam semesta ini, maka mereka mengatakan: “lha ya itu, kalian nih bersikap mendua. Dalam hati mau uang, tapi ngomongnya nggak perlu; makanya alam semesta pun bingung dan akibatnya uang pun menjauh dari kalian”.

Saya lihat meme di IG kemarin. Seorang ayah melambaikan selembar duit dan bertanya kepada anaknya yang masih kecil: “Nak, apa ini?”. Sang anak menjawab: “Uang, Pa”. Sang ayah menukas: “Bukan, nak, ini adalah kekuasaan, kenyamanan, kesehatan, kesejahteraan, dan harga diri”.

Assuuu! Benar sekali tuh si ayah, hahaha!

Seorang rekan datang ke kantor saya dan bercerita macam-macam tentang suatu proyek. Ada satu proyek yang sangat bagus tapi ternyata terbengkalai. Kenapa? “Ya, ndak ada duitnya, Paak! Mana ada yang mau ngerjakan kalau ndak ada duitnya?”

Hahahah! Bangsaat! True, man! Hahaha

Mengapa Anda bekerja? Ya, karena mencari uang. Salah! Jawaban yang benar adalah: “saya bekerja untuk mendapatkan uang”. Alam semesta tuh ya, patuuuh banget sama Anda. Begitu Anda bilang: “saya mencari uang”, maka dia pun lantas mengabulkan permintaan itu dan seumur hidup Anda tuh nyariiiiii melulu duit. Tapi kalau Anda bilang: “saya mendapatkan uang”, maka alam semesta pun patuh dan seumur hidup Anda tuh dapeeeet aja uang nggak tau dari mana sumbernya.

Maka ingat jawaban yang benar kalau ntar Anda diwawancara: “Kenapa saya bekerja? Ya untuk mendapatkan uang!”.

Untuk mendapatkan uang, kerahkan segenap akal budi, tenaga, pikiran, bahkan imajinasi spirit. Dalam bidang spirit, apapun yang Anda bayangkan dan ciptakan begitu kuatnya sampai setiap sel Anda merasakannya sebenarnya sudah tercipta buat Anda. Di Kitab Suci tertulis: “mintalah, maka akan dikabulkan”. Ya memang. Ketika menata pikiran dan imajinasi batin tentang mendapatkan uang, sebenarnya itu sudah tercipta di alam Anda. Dan kok ndilalah akhirnya pada tataran fisik Anda juga mengalaminya: mendapatkan pekerjaan, mendapat orderan untuk bisnis Anda, mendapatkan bonus, naik pangkat, dapat warisan, dan lain sebagainya yang berujung pada duit.

Lalu sikap kedua adalah sikap bersyukur. Berapapun yang Anda dapat, syukurilah. Hari ini buka akun Anda dan mendapati ada honorarium sekian juta, syukurilah! “Syukur ya Tuhaan, saya dapat rejeki”. Jangan diprenguti: “wah, kok cuma segini??”. Sikap bersyukur itu juga termasuk sikap positif yang akan mendatangkan uang lebih banyak dalam hidup Anda.

Posted in: Uncategorized