Selecta

Posted on September 26, 2015

0


Selecta

Selecta sudah saya kenal sejak kecil. Ketika sudah dewasa, beberapa kali saya mengunjungi tempat itu. Yang terakhir adalah ketika sarasehan Universitas Machung tahun 2011. Mantan mahasiswa saya juga sering kesitu. Foto2nya beberapa kali saya lihat di depan akuarium besar di gerbang masuk dan di taman bunga.

Selecta bukan tempat kelas atas. Pengunjungnya kebanyakan dari rakyat biasa sekelas saya saya ini. Tempatnya juga ya hanya begitu-begitu saja. Sekarang karcis masuknya sudah agak naik 25 rebu per orang. Toiletnya bersih tapi ya masih mbayar serebu rupiah. Dasar. Lho ndek Surabaya itu lho gak ada lho mall atau tempat wisata yang toiletnya masih mbayar. Cumak ndek Malang dan Batu ini yang masih pake mbayar.

Tempat ini menjadi bagian dari sejarah hidup saya, soalnya di balik rerimbunan pohon di atas itu saya pernah menggandeng pacar saya dan menciumnya disana. Dasar. Yah, namanya juga pria tulen. Tapi itu sudah hampir 30 th yg lalu. Kami kesana naik angkot dari Batu. Wis lah, ndak usah dikenang-kenang lagi, wong jaman melarat, malah tiwas bikin nelangsa, hahaha….

Kalaupun ada hal yang selalu dicari orang dari Selecta adalah hawa pegunungannya. Dingin, menyegarkan. Puas rasanya paru-paru ini menghirup udaranya. Segaarr.

Di dataran bawah, selain kolam renang ada juga taman bunga penuh dengan bunga segar beraneka warna. Yah, kalau dibanding dengan taman mawar di Everland Korea Selatan ya gak ada apa-apanya. Yah, saya sekarang sudah berani nulis kayak gini mentang-mentang sudah pernah ke Korsel, hahaha, ya iyalah, masak mau melarat terus kisah hidupnya (walaupun kalau dibaca sama murid yg pernah keliling dunia ya pasti diguyu-guyu).

Area parkir bersebelahan dengan pasar bunga, warung, dan pasar tradisional. Kopi di warungnya lumayan, tapi kata istriku buah-buahan di pasarnya wis gak enak mahal pisan. Mosok jeruk elek-elek gitu sak kilo 7500 rupiah.

Jadi singkatnya Selecta adalah lokasi wisata yang yah gitu deh dan untuk rakyat jelata. Tapi mungkin bukan mewahnya tempat yang menentukan nikmat endaknya suatu kunjungan wisata; kebersamaan dan rasa syukur itu yang lebih menentukan.

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized