Lagu dan Baper

Posted on September 17, 2015

0


Mungkin hanya sedikit dari kita yang tidak suka musik. Jangankan Anda, orang-orang besar dan ternama saja suka musik. Menurut seorang spiritualis, jiwa kita lahir dari musik, yaitu musik alam, jadi sulit mengingkarinya.

Nah, tapi alasan seseorang untuk menyukai sebuah lagu atau musik tertentu pasti berbeda-beda. Ada yang suka sebuah lagu karena ia mengingatkannya pada momen-momen tertentu, entah itu masa kecil yang bahagia, atau masa-masa jatuh cinta dengan seseorang, atau suasana liburan. Ada juga yang suka sebuah lagu karena kompleksitas bunyinya. Berbagai macam bunyi yang seolah tidak berhubungan itu lalu bisa dikombinasikan dengan manisnya. Hasilnya, sebuah musik dahsyat atau memikat.

Ketika memasuki usia 30 an tahun, saya menemukan nama pemusik asal Tiongkok yang besar di Inggris ini: Vanessa Mae. Gesekan biolanya memainkan lagu-lagu klasik dahsyat dan sangat memukau. Mungkin dia tuh latihan main biola sejak masih dalam kandungan, hahaha. Belum lagi gaya panggungnya atau video klipnya. Di “Tocatta and Fugue”, dia main biola dalam tempo lambat, lalu berhenti, lalu matanya menatap kamera dan mengatakan: “Now fasten your seat belt!”. Lalu sekejap kemudian meluncurlah lagu klasik tersebut dalam tempo cepat yang membuat terperangah sekaligus terbuai. Di “Red Hot”, dia berperan jadi 3 orang: pemain biola, seorang pria necis bersetelan jas, dan gadis Jepang. Lagu yang juga menakjubkan ini diakhiri dengan tatapannya ke kamera selesai memainkan biolanya, dan mengatakan: “Red Hot!”, senyumnya merekah dan langsung adegan itu lenyap. Menarik sekali. Siapa yang pintar memainkan penampilan seperti ini? Ya sutradara, editor, kameraman, dan penata lakunya, hahaha! Dia mah hanya pintar main biola. Lho, cobak ya, kalau adegan penutup itu beberapa detik lebih lama, pasti tidak akan semengesankan kalau langsung lenyap setelah dia tersenyum. Jenius.

Suatu ketika datanglah ayah dan ibu saya ke rumah. Saya masih memutar lagu2nya Vanessa Mae. Ketika masih di bagian suara biola, mereka berdua nampak terkesan. Tapi begitu tiba di bagian dimana ada suara drum dan gitar melengking bergabung, ayah saya nampak kecewa. “Kok ndak yang seperti tadi aja?” katanya. O alah, yah, namanya juga orang tua, begitu musik klasik ditimpali dengan instrumen rock ya langsung kuciwa, hahaha.

Nah, satu lagu yang setiap malam menyiksa saya lahir batin adalah theme songnya sinetron India “Cinta di atas Taj Mahal”. Buseet, lagu menye-menye ini sukses membuat saya stress berat setiap senja. Gila aja ada lagu secengeng itu. Benar-benar melemahkan syahwat, iman, dan sebagainya, bwahaha. Mau saya matikan saya ndak tega, lha wong pembantu dan mertua sangat menyukai film itu.

Lagu-lagu yang banyak beredar sekarang ya masih tergolong ringan. Liriknya masih sebatas kehilangan pacar atau mencoba tegar atau ya gitu gitu lah. Saya sudah tidak mampu lagi mengikutinya, bukan karena ndak punya waktu tapi juga karena istilah kerennya ” I have outgrown them”.

Jadi mungkin masih ada pemusik sekelas Mae yang mampu membawakan lagu-lagu klasik berat dalam visualisasi dan irama yang menyenangkan.

BTW, saya penasaran dengan lipstik merah menyalanya dia dan baju cheongsamnya di lagu “Red Hot”. Apakah itu Revlon punya?

Tagged: ,
Posted in: Uncategorized