Instagram Berjodoh

Posted on August 30, 2015

0


Instagram Berjodoh

Ada seorang pemuda. Sebut saja namanya Roni. Suatu ketika Roni datang pada saya dan bercerita bahwa dia sedang ber pdkt pada seorang wanita, sebut saja namanya Amel. Si Roni datang untuk minta nasihat saya tentang seberapa cocok dia dengan si Amel.

Karena ini jaman socmed, maka kami pun menerawang perjodohan lewat Instagram. Si Roni menunjukkan foto2 si Amel ke saya.

‘Waah, ga cocok sama kamu nih, Ron!’ saya pun nyablak setelah mencermati IG nya si Amel. ‘Kamu tuh orangnya ceria, berenergi positif, bersemangat Terang, sementara dia ini kayaknya muram dan gelap.’

‘Lho kok bisa?’

‘Lha ini lho liaken tah fotonya di Zurich. Masa foto keluarga ga ada senyumnya blas gitu? Semua pada tapres. Foto tuh menggambarkan jiwa orang yang disitu. Kalau dia berada dalam lingkungan keluarga yang muram, menyimpan konflik, atau pemarah, maka akan keliatan di aura fotonya. Ini jelas sekali nih dia bukan tipe orang yang bahagia.’

Saya tunjuk lagi foto yang lain.

‘Ini nih satu lagi, di Jepang. Tuh kan? Datar datar aja ekspresinya. Mana senyumnya? Ga ada kan? Wis, ga cocok nih ma kamu, Ron.’

Seolah masih belum percaya, Roni melihat lagi foto2 si Amel yang di Bali. Dia manggut-manggut. ‘Ga ada senyumnya blas’, bisiknya.

Lalu Roni pun pergi setelah mengucap terima kasih berupa sebungkus rokok dan seplastik kopi sebagai sesaji.

Eh, bulan depannya dia datang lagi. Masih dengan topik yang sama: soal jodohnya. Kali ini dia mengaku bahwa dia sudah mendekati gadis yang lain, bukan lagi si Amel.

‘Naah, kan, Mbah bilang juga apa? Kamu ga cocok sama si Amel karena dia dari kegelapan’.

‘Lho, bukaaan!’ sahut si Roni. ‘Bukan karena itu. Tapi karena ini nih: Mbah liat kan gaya hidupnya? Mewaah, bok! Bayangkan, sekeluarga ke Swiss, ke Jepang, dan entah kemana lagi! Habis berapa tuh, Mbah? M M an pasti, ga mungkin cuma puluhan juta. Gila apa saya jadian sama wanita kayak gitu??’

‘Lho, tapi itu kan duitnya papanya?’ celetuk saya.

‘Lha ya iyalaah, duitnya papanya. Tapi kan berarti dia udah terbiasa dengan gaya hidup super mewah kayak gitu, Mbah? Mana mau dia ma pria startup yang baru merintis karir kayak gini. Lagian aku sek melok orang, Mbah, sek lom isa kerja usaha dewek’.

Saya terperangah. Lalu si Roni menunjukkan IG wanita barunya. IG si wanita ini juga penuh dengan gambar traveling, tapi tempat termahal yang ada disitu cuma di Monas, Jakarta. Lainnya ya bangsanya alun-alun Batu, Selecta, Kenjeran, Museum Angkot, Taman Kunang-Kunang, Matos….

‘Mending yang kayak gini, Mbah. Bisa diajak hidup berhemat dan sederhana dulu, ndak bikin minder’ kata si Roni berbunga-bunga.

Lalu Roni pun pergi. Itupun setelah mengembat kopi dan rokok tadi yang diambilnya kembali karena aji-aji cinta saya ternyata meleset.

Seperginya dia, sayapun termangu-mangu.

Hmm, ya bener juga sih si Roni……

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized