Antrian Pria

Posted on June 30, 2015

0


Antrian Pria

Kata ‘antri’ membawa kita pada kesan yang tidak menyenangkan. Ini karena tak seorang pun suka menunggu. Padahal ada lho seorang spiritualis yang dengan bijak mengatakan ‘kalau Anda menunggu, itu artinya Anda mau masa depan dan tidak menginginkan masa kini’. Hmm, ya benar juga sih, hahaha. Namanya juga spiritualis. Kata-katanya benar-benar menusuk kalbu.

Jadi bersabarlah kalau sedang antri. Jangan menyerobot kalau tidak ingin dimaki orang lain, atau minimal didoakan orang banyak supaya celaka.

Ada cerita jaman dulu ketika bangsa Eropa pertama kali menduduki tanah Amerika. Suatu ketika ada wabah penyakit dan semua harus antri untuk dilayani satu dokter. Antrinya lama. Nah, orang2 Eropa itu mulai bersungut-sungut karena ya itu, mereka mau masa depan tapi ndak suka masa kini. Sementara itu, di antrian itu banyak juga penduduk lokal, orang2 suku pedalaman yang tidak semodern orang2 Eropa. Mereka duduk tenang, diam, tidak mengeluh, tidak ngomel. Kenapa bisa begitu? Ya karena mereka hidup pada saat itu; mereka hadir di saat itu, fokus pada saat itu, pasrah pada saat itu, dan tidak kemrungsung mengharapkan masa depan. Hebat!

Ternyata antri tidak hanya di dokter atau di pom bensin, tapi juga di belakang seorang wanita muda siap nikah. Begitu menginjak usia sekitar 20-28 an, seorang wanita lajang menguarkan daya pikat pheromone luar biasa yang membuat para pria antri untuk menunggu kesempatan mendekatinya dan sukur kalau bisa menikahinya. Nah, kalau ada seorang pria tidak tahu aturan, dia akan berlama2 dengan si wanita. Si wanita lama2 tidak sabar lagi dan berkata dengan ketus: ‘kamu ngapain sih kok geje gini? Pria yang antri di belakangku banyak lho!’.

Si pria kaget setengah mati, plus terpukul berat karena ternyata saingannya sak kampung dewe. Maka dia pun langsung balik kanan ngacir dan ndak pernah nongol lagi.

Ha ha ha!

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized