Meme Internet LOL

Posted on June 5, 2015

0


Meme Internet LOL.

Meme ini gimana sih caranya ngucapin? Meme? Awas lho jangan ditambah-tambahi, cabul ntar. Miim? Yaa, yang kedua itu lah yang benar. Meme diucapkan “miim”.

Itu adalah awal ceramah saya di Theater Room kemarin hari Kamis sore 4 Juni 2015. Acara ini digelar oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Sastra Inggris Universitas Ma Chung, tempat saya mengajar sehari-hari. Salut untuk para panitia yang tekun sekali menyiapkan semua acara ini. Nah ini undangannya lewat poster yang ditempel di papan-papan pengumuman kampus:

LOL meme - small

Undangan itu ditujukan untuk semua mahasiswa Ma Chung, bukan hanya mahasiswa-mahasiswa Sastra Inggris saja. Saya dan para panitia sudah menduga bahwa yang akan datang pastilah hanya sedikit sekali. Sastra Inggris gitu loh. Siapa juga sih hari gini yang tertarik mendengarkan ceramah sastra dan bahasa? Mending mencari acara motivator atau ngafe atau apalah . . .

Sehari sebelum hari H, ketua panitia datang tergopoh-gopoh menemui saya. “Pak, ada masalah. Peminatnya membeludak, Pak. Sudah hampir 100 orang! Kami terpaksa memindah ruangan dari Chlorobium Limicola ke Theater Room soalnya pasti ndak cukup, pak. Ini saya juga udah langsung menutup pendaftaran.”

Saya pun ternganga. “Haaaa?? Kok iso??”

Itu lah pertanyaan yang bahkan sampai acara berakhir pun tidak terjawab. Ketua Panitia itu bertanya kepada para mahasiswa yang hadir, dan dijawab hanya dengan gumaman ndak jelas atau mesam-mesem bak semar mendem. Apakah mereka datang semata-mata hanya karena menginginkan poin dalam kredit keaktifan? Ya, boleh jadi. Yang jelas di undangannya tidak disebut sama sekali soal imbalan mendapatkan poin. Tapi okelah, kita anggap saja para mahasiswa dari berbagai prodi itu datang ke acara kami karena ada imbalan poinnya.

Jadi saya berceramah dengan bahasa Inggris yang woles alias pelan-pelan untuk memastikan bahwa sekitar 80 mahasiswa yang memadati Theater Room sore itu mengerti apa yang saya bincangkan.

Nampaknya mereka perhatian juga tuh. Yah, lumayanlah.

Meme adalah konsep yang diturunkan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Tapi itu adalah pengertian yang klasik. Di jaman ini, meme sudah berubah wujud menjadi gambar-gambar kocak disertai dengan tulisan-tulisan yang membuat ketawa. Tujuannya adalah untuk melampiaskan perasaan, meluapkan frustrasi karena skripsi ndak kunjung selesai, atau gebetan pindah ke lain hati, dan sebagainya.

Gue-Mah-Gitu-Orangnya-1

Beberapa ungkapan kreatif menjadi semacam adonan baku untuk diramu dengan ungkapan lainnya atau gambar seorang selebriti. Misalnya seperti yang diatas itu, atau yang “disitu kadang saya merasa sedih”, “kelar hidup lo”, “itu kan tai?”, “keep calm . . ” dan sebagainya.

Meme bisa digunakan untuk tujuan yang lebih mulia, tidak sekedar ngocol atau melucu. Itulah yang saya tantangkan ke para hadirin sore itu pada akhir ceramah saya.

“Can you make use of meme to promote good values? to promote your own business?”

Think about that.

Posted in: Uncategorized