Microexpression

Posted on April 16, 2015

0


Sekarang di bidang psikologi sosial ada yang disebut microexpression. Ini adalah istilah untuk menyebut gerak tubuh atau mimik muka yang terlihat sekilas namun sebenarnya mewakili perasaan dan gejolak emosi seseorang. Kompas pernah menurunkan laporan panjang lebar tentang microexpression Presiden Jokowi ketika berpidato tentang satu isu penting. Mulai dari gerak bibir, sudut senyumnya, dan gerak bahunya yang hanya kelihatan sepersekian detik dianalisis dengan sangat mendalam oleh Kompas. Kesimpulannya: presiden merasa tidak nyaman dan bahkan sedikit marah dengan isu yang sedang dibahasnya dalam pidatonya.

Saya mulai tertarik mengetahui lebih dalam tentang microexpression ini. Sekarang kalau sedang berjalan-jalan subuh, saya nekad mengamati microexpression orang-orang yang berpapasan dengan saya. Ya, dengan satu teknik tertentu pula tentunya supaya saya tidak dipisuhi karena dianggap mengamati manusia lain seperti mengamati bakteri di bawah mikroskop. Nah, dari hasil pengamatan ketika jalan pagi itu terekam beberapa jenis microexpression:

Berjalan dengan kepala agak menunduk sewaktu berpapasan:

Ini saya duga menandakan isi hati seperti ini: “saya tahu kamu lewat di samping saya, tapi saya malas atau sungkan mengangguk atau menyapa; jadi saya menunduk sekilas. Tapi sekalipun tidak menyapa, saya menghormati Anda”.

Beberapa mahasiswa yang saya temui di koridor menunjukkan microexpression seperti ini. Berpapasan, dan pas di titik temu mereka menundukkan kepala sedikit tapi tidak menoleh sedikitpun ke saya. Artinya ya kurang lebih seperti itu: “saya tahu Anda salah satu dosen disini dan saya maunya sih mengangguk tapi sungkan ah wong kita juga ndak kenal gitu-gitu amat”.

Melirik sekilas:

Ini mewakili isi hati yang jelas. Dia sedang mencari tahu makhluk seperti apakah yang sedang berpapasan dengannya. Eh, siapa tahu ternyata kenal. Kalau ternyata kenal baik, maka gerakan micro expression ini akan disusul dengan tolehan yang lebih intens dan bahkan sapaan: “Hey, pak!” Kalau ternyata tidak kenal ya lirikan sekilas tadi langsung berhenti diganti dengan tatapan kembali lurus ke depan.

Untuk lawan jenis, microexpression seperti ini juga bisa bermakna lebih gawat: ‘saya tahu kamu menarik secara fisik, tapi saya tidak akan memandangmu lama. Saya hanya sekilas saja, lalu pura-pura acuh lagi, supaya saya tidak dikira jelalatan. Tapi dalam hati saya sebenarnya membatin: ‘wih, cakep orang ini!’, dan saya mengharapkan kamu juga punya pikiran yang sama.”

Jalan terus seolah tidak melihat apa-apa:

Untuk yang ini, maknanya jelas. Walaupun ada kemungkinan ini juga bagian dari taktik “pura-pura cuek padahal butuh” seperti di bagian sebelumnya, tapi kebanyakan microexpression jenis ini mempunyai makna tunggal: “saya tidak tertarik sama sekali denganmu. Saya tahu kamu manusia, tapi saya lagi bad mood atau memang cuek sehingga saya anggap kamu angin lewat”.

Tersenyum sekilas namun diam saja:

Microexpression jenis ini saya jumpai di satu atau dua orang yang berpapasan dengan saya. Kebanyakan ini terjadi di seminar-seminar. Artinya kurang lebih seperti ini: “saya kenal Anda, tapi mungkin Anda tidak kenal saya.” Ini sebenarnya memalukan buat saya karena itu artinya saya bukan orang yang suka bergaulšŸ˜¦

Memandang tapi tidak menyapa atau apapun:

Nah, ini yang saya belum paham apa artinya. Mau membunuh? Kagum sampai terpesona? Atau pikirannya sedang hang? Ndak tahu. Aneh memang. Terakhir kali saya melihat yang seperti ini adalah ketika berpapasan dengan murid sendiri di kantin. Dia melihat saya namun jangankan menyapa, berkedip pun tidak. Wahaoow, benar-benar ungkapan “look through” itu nyata! Melihat seolah-olah tidak ada apa-apa di depannya.

Posted in: Uncategorized