Jalan Kaki Nekad Naik Roda Pesawat

Posted on April 8, 2015

0


Semenjak hari Minggu lalu sudah mulai jalan pagi. Start sekitar jam 5 lebih dikit, dan sampai di rumah jam 6 kurang 10. Selama lebih kurang 45 menit saya berjalan kaki cepat keluar kompleks Taman Sulfat, lurus ke jalan Sulfat terus di perempatan lampu lalu lintas belok kiri. Jalan disini cukup kecil dan lalu lintasnya tidak sepadat jalan besar Sulfat yang mulai ramai dengan mobil, truk, dan motor yang dipacu sekencang-kencangnya. Dari situ, jalannya naik turun, belok ke kiri setelah RS Puri Bunda ke jalan Raya Titan Asri. Penjual kue mengambil dan mengemasi kue-kue dagangannya untuk diedarkan keliling memakai mobil, loper koran, penjual aneka sayuran di lapak-lapak pinggir jalan dikerubuti pembeli, warung-warung kecil, anak-anak berangkat sekolah, orang menyapu halaman. Itu yang bisa saya lihat sepanjang jalan.

Efek dari jalan kaki itu ternyata terasa pada siang menjelang sore jam pulang kantor. Badan menjadi tidak lungkrah dan seperti ada sedikit tenaga tambahan. Tidur malampun menjadi sedikit lebih nyenyak. Keringat yang keluar memang tidak sebanyak kalau fitness atau berlari, tapi ya lumayanlah.

Nah, pagi ini setelah sampai di rumah saya mendapati berita menarik di Kompas: seorang pemuda Pekanbaru nekad menyelundup ke sebuah pesawat Garuda tujuan Jakarta. Dia bisa melesat dari pagar tepi bandara untuk sampai ke roda pesawat yang mau lepas landas, dan terus glantungan di roda pesawat sampai Jakarta. Guendheng! Gemblung! Tapi hebat betul memang. Dia terpaksa berbuat seperti itu karena “saya ingin sekali datang ke Jakarta, tapi saya ndak punya uang untuk naik pesawat”. Haduh cek saknoeee . . . . .

Anda bisa bayangkan seperti apa naik pesawat di bagian rodanya. Ketika tekanan udara mulai meringan karena pesawat semakin tinggi, tekanan di dalam telinga menjadi lebih tinggi sehingga tak heran si pemuda tadi ditemukan dalam kondisi kuping berdarah. Lalu karena di ketinggian 11 km dari muka Bumi suhu bisa sampai minus puluhan derajad, di tempat roda itu pastilah dingin luar biasa. Dulu juga pernah ada yang nekad menyusup di roda seperti itu. Ketika pesawat sampai, dia sudah tewas karena kedinginan.

Hebatnya, si pemuda tadi itu ternyata berhasil melaksanakan misinya setelah dia banyak mengamati lepas landas pesawat di bandara (yang tidak jauh dari perumahan penduduk), dan membaca dari Internet. Luar biasa Internet ini. Kemarin salah seorang mantan murid juga mengatakan mau membuat bom dengan mengacu dari resep-resep di Internet.

Pekanbaru – Jakarta naik Garuda. Berapa sih tiketnya? Yah, untuk rakyat kecil mau berapa pun ya pasti masih mahal. Terbayang lagi murid itu yang sering pergi ke luar negeri. Perginya pun sak brayat bersama keluarga dan sanak saudaranya. Taruh kata satu orang saja tiketnya 20 juta pergi pulang, lha berarti kan sudah 200 juta hanya untuk tiket pesawat? Masih ditambah biaya hotel, pesiar kemana-mana dsb, berarti bisa mencapai setengah milyar sendiri atau bahkan mendekati 1 milyar? Gila! Yah, begitulah, nasib orang ndak kaya ya hanya bisa mengatakan “gila!” sambil geleng-geleng kepala lalu nulis posting di blog kayak gini ini.

Minggu lalu ada tiket promo Garuda ke Jepang hanya 5 juta per orang. Sayang, karena sibuk mikiri kampus dan bikin paper, kesempatan itu lewat begitu saja. Dua hari yang lalu promo edan itu sudah habis masa berlakunya. Tinggallah Jepang masih dalam impian entah kapan bisa kesana. Apakah saya lebih baik nekad saja nggandol roda pesawat Cathay Pacific supaya bisa sampai ke Jepang? Wew wew wew, patut dipertimbangkan nih . . . .

Posted in: Uncategorized