Kaos Koleksi Made in Ma Chung

Posted on April 7, 2015

0


Saya punya banyak kaos. Tapi kaos yang akan saya bahas disini adalah istimewa karena yang membuat adalah kampus tempat saya bekerja. Sejak tahun 2008 ketika saya pertama kali masuk sampai sekarang, ternyata udah banyak juga kampus sialan Universitas MaChung ini membuat kaos berbagai model dan warna.

Nah, yang saya pakai ini adalah keluaran pertama, yaitu ketika acara orientasi mahasiswa baru yang namanya MaChung Festival, tahun 2008. Bahannya agak tebal. Warnanya cukup cool, biru gelap dengan sedikit aksen biru muda di bagian pinggang. Saya dengan mentee-mentee saya waktu itu keren juga memakainya.

My Mentees and I

Sekarang kaos ini sudah agak bulak, dan ukurannya pun makin mengerut. Ya, saya sedang menyalahkan kaosnya, padahal kita semua tahu bahwa itu artinya badan saya makin gendut sehingga sesak.

Kaos kedua yang ini adalah yang paling heboh, karena tulisannya aja “Perang”. Perang itu sesungguhnyalah singkatan dari Pesta Rakyat Ngalam, yaitu suatu ajang festival budaya Malang oleh Universitas Ma Chung. Tahun pertama, tahun 2014, acara itu digelar di Taman Krida Budaya, Malang, dan inilah kaosnya yang saya peroleh dari panitia. Tapi foto ini tidak di acara Perang itu. Foto ini diambil di Al Falah Islamic Course di Sidoarjo waktu saya memberikan ceramah tentang Kedaulatan Berbahasa.

IMG_4930

Nah, kaos yang desainnya tak kalah serunya adalah yang diberikan oleh panitia Ma Chung Chinese Festival tahun 2013. Ada gambar naga meliuk di bagian punggungnya, dan aksara Tionghoa yang artinya “Ma Chung Chinese Festival”. Ini saya pakai waktu berpesiar ke Guangzhou tahun 2014 silam. Kainnya cukup tebal, dan lagi-lagi sekarang pun udah terasa seperti lepet karena entah kenapa badan saya menggemuk.

share141

Tapi jangan salah. Foto diatas bukan ketika acara MCCF itu, tapi ketika saya mendampingi mahasiswa-mahasiswa Sastra Inggris di Gunung Tabor dalam acara English Camp 2013.

Nah, yang ini adalah yang lucu. Kayak pisang. Ini adalah kaos sarasehan Fakultas saya Januari tahun 2015 ini. Karena semua berkaos seperti ini, maka sapaan saya ketika pidato adalah: “Good morning, bananas!”. Yang ini ukurannya cukup besar (L) sehingga sampai sekarang pun masih bisa saya pakai dengan nyaman tanpa memberi kesan ada lemper atau kue lemet jalan, hahaha….

DSC05899

Yang ini juga keren. Warnanya biru priyayi. Terkesan teduh dan berwibawa. Ini adalah kaos Universitas sewaktu acara sarasehan Universitas awal tahun 2015.

BIRU KAOS

Makin lama kaos-koas itu makin memenuhi lemari pakaian di rumah. Sekilas pernah terpikir untuk membuang atau memberikannya ke orang lain. Tapi niat itu saya urungkan. Nah, untung batal, karena kalau tidak, suatu ketika Anda akan menjumpai seorang pak becak atau pemulung mengenakan kaos bertuliskan Universitas Ma Chung atau Fakultas Bahasa dan Seni Ma Chung. Bukan saya melecehkan para pemulung dan tukang becak, tapi biarlah kaos itu menjadi milik seorang Ma Chunger saja sampai akhir masa . . . .

Tagged: , ,
Posted in: Uncategorized