Lagu Nostalgia Malang – Porong – Surabaya

Posted on March 10, 2015

0


Hampir setiap orang punya lagu-lagu nostalgia. Umumnya lagu-lagu tersebut akan menghidupkan kembali kenangan mengesankan di masa lampau mereka. Indera pendengaran dan indera penciuman kita ini nakal sekali, karena hanya dengan sedikit sentuhan berupa musik atau bau (biasanya parfum), kita pun dibawa melayang kembali ke masa lampau.

Beberapa hari terakhir ini saya sedang suka mendonlod beberapa lagu nostalgia dari Youtube. Jason Mraz? Bukan. Itu terlalu alim, dan saya tidak suka lagu-lagu sweet yang menggambarkan kehidupan yang renyah dan baik-baik saja. Avril Lavigne? Bukan juga. Saya tidak pernah suka suara cewek Eropa yang tinggi melengking. Emoh pol. Jadi apa? Robbie Williams!!

Robbie Williams, tahu ya? Ndak tahu? Goblok! Hahaha! Robbie tuh mantan penyanyinya Take That. Dia keluar karena konflik dengan teman-temannya, dan akhirnya malah jauh lebih sukses bersolo karir. Nah, salah satu album yang diproduksinya di tahun 2005 adalah Intensive Care Unit. Lagu-lagu yang dia bawakan disitu benar-benar melempar saya kembali ke tahun 2005 – 2007 itu, ketika saya masih harus pulang pergi Malang – Surabaya karena bekerja di salah satu PTS disana. Saya naik mobil. Sendirian. Mobilnya Xenia standar 1000 cc warna biru metalik. Setiap Senin pagi jam 6 atau Sabtu siang jam 1 – jam 4 lagu-lagunya setia menemani saya menembus kemacetan di Porong karena lumpur Lapindo. Di poros jalan itu pula saya pernah mau kencing di tempatnya snack Chiki di dalam mobil karena macetnya parah sekali sementara saya betul-betul kebelet pipis. Sial dah.

Salah satu lagu yang dua hari ini saya putar terus berjudul “Tripping”. Lagu ini enak sekali. Pas dengan mood saya yang setengahnya gak karuan, setengahnya lagi mantap berkobar-kobar. Lirik awalnya sendiri sudah sangat mengena: “First they ignore you. And they laugh at you; hate you. Then they fight you. And you win!”.

Karena klipnya adalah show livenya Robbie, kita bisa melihat gaya panggungnya di pentas: memasang kaca mata, dan sambil terus menyanyi lantas menunjukkan sedikit dance stepnya yang sering diperagakan waktu di Take That dulu. Woeeey, penonton yang kebanyakan wanita-wanita muda segar itu pun bersorak-sorak histeris.

Saya rasa lagu itu menjadi sangat menghipnotis buat saya karena ada selipan suara bas gitarnya di salah satu bagiannya. Suara bas reda, menyeruak suara gitar elektrik mencuatkan sedikit sentuhan reggae. Enak aja mendengarnya pokoknya.

Tagged: ,
Posted in: Uncategorized