Kerja Sama Setara Fusi Nuklir

Posted on February 2, 2015

0


“Kelebihan masing-masing individu akan menjadi kekuatan sedahsyat fusi nuklir jika digabungkan dalam sebuah tim. Manakala masing-masing tahu dan sadar betapa vitalnya komunikasi dan koordinasi tak kenal putus, maka kesuksesan pun diraih”.

====================

 

Saya sudah pernah menulis tentang betapa efektifnya tim-tim kecil di Ma Chung ketika mempersiapkan akreditasi keempat prodinya tahun 2011. Sekarang saya mau nulis tentang tim kecil yang saya pimpin baru-baru ini di lembaga yang sama. Saya terkesan pada kekompakan dan kesigapan tim ini sehingga merasa perlu untuk menulisnya.

 

Tim kecil kami terdiri dari 4 orang. Tugasnya adalah menuntaskan suatu misi rahasia yang peranannya amat vital untuk lembaga. Misi ini memerlukan ketekunan dan kecermatan dalam menulis kode-kode rahasia, lalu menghubungi beberapa pejabat di ibu kota untuk menerima kode-kode tersebut baik melalui jaringan maupun secara hardcopy.

 

Sejak mula anggota-anggota tim itu saya pilih sendiri karena saya tahu bahwa kelebihan-kelebihan yang kami punyai jika digabungkan bisa sangat dahsyat dalam menuntaskan misi. Karena saya sudah terkenal mampu menyusun kode dengan baik, maka saya bertugas menyusun kode-kode tersebut. Puluhan jam saya habiskan di depan komputer untuk menyusunnya. Rekan saya yang satunya cakap dalam merekam interaksi antar kami ketika rapat. Maka dia pun  menjadi sekretaris yang tugasnya membuat notulen rapat.

 

Nah, kedua rekan yang lain punya bakat menjalin interaksi dengan manusia lain. Mereka lah yang menjadi jembatan antara saya dengan orang-orang lain yang peranannya kami butuhkan untuk mencapai tujuan. Mereka juga dikaruniai tenaga bak kuda yang tak kenal lelah sekalipun harus pergi ke kota lain pada akhir pekan untuk mengambil data-data vital yang diperlukan.

 

Menjelang hari H deadline, didapati bahwa dokumen rahasia itu harus segera dimasukkan ke sistem lembaga pemerintah, dan pada hari yang sama hardcopynya diserahkan ke kantor tersebut. Eh, dua hari menjelang hari H tersebut, ketahuan bahwa ada salah satu dokumen pendukung yang ternyata salah. Pembetulannya hanya bisa dilakukan dalam waktu 24 jam di Surabaya.

 

Anggota tim yang kuat tadi langsung pergi ke Surabaya pagi-pagi dan menyanggong penyelesaian  dokumen itu di sebuah instansi pemerintah. Selama itu saya tetap menjalin kontak lewat sms atau telpon untuk mengetahui kemajuannya. Menjelang magrib semua urusan disana selesai, dan dia pulang kembali ke kampus untuk menyiapkan dokumen-dokumen untuk langsung dibawa ke Jakarta keesokan paginya. Jadi dia tuh datang dari Surabaya, langsung ke kantor untuk menyiapkan dokumen, dan esoknya subuh jam 3 bangun untuk mengambil flight paling pagi ke Jakarta. Kalau saya pasti sudah ambrol karena ndak punya stamina sekuat itu.

 

Sementara sang anggota itu dalam perjalanan ke Jakarta, anggota satunya tak kenal lelah mengunggah berkas-berkas super rahasia itu ke sebuah situs. Saya beberapa kali datang ke kantornya untuk mengecek kemajuannya sambil sekaligus menawarkan bantuan. Tapi mungkin ketua tim yang gaptek seperti saya lebih baik diam saja sambil melantukan doa dan semangat aja ya? Buktinya, menjelang jam-jam terakhir batas waktu, akhirnya semua dokumen itu terunggah dengan rapi ke situs tersebut. Salut.

 

Hanya menjelang beberapa jam sebelum deadline benar-benar terlewati, ada kabar dari anggota yang di Jakarta. Katanya kantor pemerintah itu menolak berkas-berkas yang sudah susah payah dibawa dari Malang. Haah?? “Mereka maunya nanti saja kalau data onlinenya sudah sah, pak,”  katanya.

 

Sementara saya berpikir-pikir untuk menemukan jalan keluarnya, tiba-tiba dia meng sms: “sudah diterima, pak, karena saya mengeluarkan aji-aji ngeyel”.

 

Hahahah! Ini satu lagi kelebihan rekan saya ini. Kalau saya jadi dia, saya pasti sudah nyerah dan ya sudah pulang balik aja ke Malang membawa dokumen sak dhebok itu. Tapi dia tidak. Dia ngeyel terus sampai akhirnya petugasnya kewalahan dan mau menerima dokumen itu. Hahaha! Hebat, hebat!

O, ya, rekan saya yang ini adalah staf pertama yang bekerja dengan saya 7 tahun yang lalu ketika memulai karir sebagai kepala Direktorat Penjaminan Mutu di MaChung. Dia mejadi rekan kerja saya di kantor DPM sebelum dia dipindah ke bagian lain dan digantikan oleh rekan lain.

 

Demikianlah, akhirnya mission accomplished. Tepat tanggal 30 Januari kemarin kami bisa bernafas lega karena semua dokumen sudah terkirim sesuai ketentuan.

Satu pelajaran yang saya petik dari pengalaman memimpin tim itu: “kelebihan masing-masing individu akan menjadi kekuatan sedahsyat fusi nuklir jika digabungkan dalam sebuah tim. Manakala masing-masing tahu dan sadar betapa vitalnya komunikasi dan koordinasi tak kenal putus, maka kesuksesan pun diraih”.

 

 

 

 

Tagged: ,
Posted in: Teamwork