Nggremeng Awal 2015

Posted on January 7, 2015

0


Ini hari pertama masuk kantor setelah liburan sejak 23 Desember 1945, eh, 2014 maksud saya. Pagi-pagi setelah salam-salaman dengan beberapa kolega di Bhakti Persada, saya langsung memeriksa agenda kerja yang saya tinggalkan di bulan Desember. Satu persatu saya kirim email follow-up kepada beberapa rekan yang terlibat. Mungkin ada yang nggremeng, “Ya oloh wong iki rek! Baru juga masuk hari pertama sudah kirim email-email kerjaan kayak gini!”. Yah, mungkin agak terlampau cepat ya. Eh hari pertama itu ya mbok woles sedikit. Tapi sayangnya itu bukan gaya saya bekerja. Saya ini setengahnya penderita precrastination, yaitu penyakit suka menyelesaikan pekerjaan jauuuh jauh hari sebelum deadlinenya, hahahah! Lawan katanya adalah “procrastination” dan untuk ini nggak usah saya jelaskan yah.

Air Asia itu yak apa to ya? Begitulah, setelah suatu kejadian tragis, selalu ada rangkaian peristiwa di belakangnya dan rangkaian kesalahan yang dilakukan berkali-kali tanpa ketahuan dan akhirnya meledak menjadi sebuah bencana. Air Asia, maskapai favorit saya (ya karena murahnya itu), ternyata kedapatan melakukan beberapa pelanggaran serius. Yah, ndak heran juga kalau akhirnya Menhub membekukan operasinya untuk sementara. Ini mestinya pelajaran buat siapapun yang mengelola sebuah lembaga. Jangan pernah menunda-nunda penyelesaian sebuah bibit masalah. Seiring waktu, bibit itu makin besar dan ketika saatnya tiba dia akan meletus menghantam semua yang terkait dengannya.

Beberapa hari terakhir saya menderita kembung setiap malam. Sialan bener, penyakit kok ndak keren blas kayak gini. Ya memang ndak parah tapi kan ya mengganggu. Telusur punya telusur, ketahuan penyebabnya: kopi dan rokok. Kopi itu membuat lambung perih, sementara rokok memperparah kembung karena menghisap udara lewat mulut. Jadilah saya tinggalkan kedua kebiasaan surgawi itu demi perut yang sehat. Bah. Ini aja saya udah puasa ngopi dua hari. Hari pertama rasanya pusing kepala mau meletus. Kecanduan. Sakaw. Hari ini untung lah sudah tidak pusing lagi.

Jahe panas itu ternyata cukup manjur untuk mengusir kembung. Yang penting kalau sedang kembung jangan makan dalam jumlah banyak sekaligus, jangan makan kacang-kacangan, kubis atau kol, atau buah-buahan yang manis. Jadi saya makannya sedikit tapi sering. Maksudnya supaya sekali makan tidak banyak udara yang harus tertelan.

Untuk mengusir kantuk siang ini, saya tidak ngopi tapi jalan-jalan mengitari kampus. Udara hari ini cukup cerah dan hawa tidak panas. Jam setengah tiga sore nyaman sekali berjalan-jalan di sekitar kampus sebelum akhirnya ngantor lagi dan menulis posting nggremeng ini.

Posted in: Uncategorized