Apalah Arti Nama

Posted on December 4, 2014

0


Anda punya nama? Ya pasti lah. Tahu arti nama Anda? Ya, sebagian pasti tahu, sebagian ndak perduli karena, sama seperti judul di atas, menganggap “apalah artinya nama?”. Shakespeare bilang :”bunga mawar, apapun namanya, pasti harumnya sama”.

 

Nama saya ada nama tengahnya: “Istiarto”.  Menurut sistem nama, seharusnya itulah nama yang saya pakai. “Patrisius” adalah nama baptis, dan yang belakang sendiri itu adalah nama keluarga. Menurut ayah saya, beliau memberikan nama itu karena mau anaknya berikhtiar (=berupaya). Dari ikhtiar itu maka terbentuklah “Istiarto”. Maksudnya supaya saya ini mungkin jadi pengusaha ya? Celaka, ternyata sejak kecilpun saya tidak menyukai nama itu. Menurut saya, orang akan memanggil saya dengan “Is”, kependekan dari “Istiarto”, dan aduh nggak banget deh menurut saya seorang pria tulen seperti saya dipanggil “Is”.  Kalau hanya diambil suku kata terakhirnya pun tetap aja ndak enak: “To”. Masa saya dipanggil “To”? Memang buto?  Maka sejak kecilpun saya lebih suka  dipanggil “Patris”. Saya baru tahu menjelang dewasa bahwa “Patris” itu dari “Pater”, yang artinya “ayah”. Ini pun luput, karena sekalipun saya bisa menjadi seorang ayah secara biologis, secara mental saya jauuuh dari sikap keayahan, mwa ha haaa!

 

Jaman dulu nama-nama seperti  Bambang, Santoso, Mulyono, Gatot, Tuti, Ani, Siti, Sri masih banyak. Tapi itu jaman tahun 1940 an sampai 1970 an. Setelah itu nampaknya orang Indonesia mulai suka menamai anaknya dengan nama-nama dari negeri asing: Sylvia, Kevin, Habib, Pamela, Rasyid, Rasyiq, Melanie dan sebagainya. Di daftar nama mahasiswa yang saya pegang hampir setiap semester ndak pernah lagi ada mahasiswa namanya Bambang atau mahasiswi namanya Sri. Kalau pun ada itu pasti nama orang tuanya atau bahkan kakek neneknya.

 

Nah, di Barat sekarang orang lagi gemar mengadakan riset kecil-kecilan tentang nama. Mereka beranggapan bahwa nama-nama tertentu entah bagaimana mempunyai ciri tertentu. Kalau untuk cewek, nama “Ashley”, “Brittany”, “TIffany” menjadi nama yang terkenal untuk cewek yang bandel, heboh, dan menyebalkan. Lha kok ndilalah menurut studi itu hampir semua cewek yang bernama itu punya sifat-sifat yang menyebalkan itu. Yang lebih seram adalah nama “Ella”. Nama ini identik dengan wanita yang suka nyeleweng, baik dalam hal pasangan hidup maupun menyelewengkan uang. Ngeri juga yah.

 

Yang paling gawat adalah kalau nama seseorang ternyata bermakna saru di budaya lain. Seorang guru Jepang pada suatu ketika pernah akhirnya harus berhenti mengajar di sebuah sekolah di Medan karena dia tidak tahan untuk tidak ketawa ketika memanggil nama salah seorang anak disitu. Nama anak itu dalam budaya Jepang adalah sangat cabul, sehingga bisa dibayangkan betapa “sengsaranya” sang guru ketika harus memanggilnya🙂

 

Ndak usah jauh-jauh. Waktu masih S2 saya pernah punya teman namanya “Sanggam”. Guendheng. Ini ortunya mikir apa to ya waktu memberi nama? Kontan seorang dosen saya nyeletuk ketika memanggil namanya dari daftar presensi: “Nama Anda kok berbahaya sekali gitu?”. Ha ha haa. Iya, sih, tinggal dikasih “a” maka jadilah “sanggama”. Wewwww!

 

 

 

 

Tagged: ,
Posted in: Uncategorized