Menyebarkan Virus Pengetahuan

Posted on November 12, 2014

0


Menjadi profesor bukan hal gampang. Selain poin yang dikumpulkan harus sampai 960 dan meliputi tiga bidang yaitu pendidikan, pengabdian masyarakat, dan penelitian, karya-karya ilmiahnya harus sudah pernah dimuat di jurnal internasional. Itupun oleh banyak negara lain sistem pencetakan profesor di negara kita ini diketawakan. Selain karena ternyata banyak profesor kita yang menjadi pejabat struktural dan ngurusi masalah birokrasi dan administrasi, penelitian-penelitian mereka belum bisa dikatakan mendunia.

Bagaimana indikasi sebuah karya pikir dan hasil penelitian kita diakui atau setidaknya dibaca dan diperhatikan orang lain dari manca negara? Google Scholar menyediakan sarana untuk mengetahuinya. Disitu seorang profesional bisa memajang profil dirinya plus karya-karya ilmiahnya. Yang lebih istimewa, saran itu mengijinkan mereka melihat berapa kali karya ilmiah itu dikutip orang lain. Semakin banyak dikutip, semakin tersebar gagasan kita sebagai seorang pakar. Maka semakin diakuilah kepakaran kita tersebut. Maka seorang profesor sebaiknya memang sering menulis karya di jurnal internasional, kemudian sering dikutip oleh ahli lain dari mancanegara. Akan lucu kalau seorang profesor tidak punya rekam jejak karyanya, dan tidak punya rekam jejak tentang seberapa banyak orang yang sudah mengutip gagasan ilmiahnya.

Sejak mengetahui makin kencangnya tuntutan itu, saya jadi semakin sering menengok situs Google Scholar saya yang ada di bawah ini.

http://scholar.google.com/citations?user=eigydd

Ternyata belum banyak yang mengutip pikiran ilmiah saya. Ratingnya masih 33 sejak saya pasang disini. Ya, memang ya tidak nol sama sekali; beberapa gelintir orang ternyata sudah pernah membaca dan bahkan mengutip karya ilmiah saya yang tersebar di berbagai jurnal. Paper saya yang saya pasang di Academia edu lebih sering lagi dibaca dan didonlot. Nampaknya, semakin terkenal jurnalnya, semakin banyak orang membaca dan mengutip karya saya.

Nah, gimana supaya rating saya lebih tinggi? Mungkin saya harus berhenti jadi pejabat struktural dan menolak dicalonkan jadi Rektor tahun depan dan lebih baik bergumul dengan data penelitian, menghasilkan paper yang sifatnya “menembus bumi” (groundbreaking) sehingga banyak dibaca dan dikutip orang-orang dari negeri asing.

Posted in: Uncategorized