Introvert dan Sensitif

Posted on November 12, 2014

4


Setelah beberapa kali sering membaca Psychology Today dot kom di Internet, saya jadi lebih paham tentang tipe-tipe kepribadian manusia. Kalau dulu saya mengira bahwa orang introvert adalah yang serba pemalu dan menutup diri, ternyata sekarang mulai makin paham bahwa introvert tidak ada hubungannya dengan sifat malu atau menutup diri. Seorang manusia bisa saja mempunyai sifat introvert namun justru penuh percaya diri, tidak malu-malu dan bahkan bisa menjadi teman ngobrol yang menyenangkan. Satu ciri introvert yang pasti adalah mereka tidak suka dengan basa-basi dan ketemu banyak orang di suasana baru (dan harus berbasa-basi). Berbeda dengan orang ekstrovert yang justru mendapatkan suntikan energi dari suasana seperti ini, mereka yang introvert bisa mati kehabisan tenaga di lingkungan seperti ini. Saya jadi ingat istri seorang dosen di New Zealand dulu. Waktu itu sang dosen mengadakan pesta kecil-kecilan di rumahnya. Semua murid–terutama yang Asia–diundang, dan kami makan minum sambil bergurau dan berbincang-bincang. Sang istri dosen itu juga menemani kami dengan sikap yang cukup ramah. Setelah beberapa lama, yang datang makin banyak dan suasana makin riuh rendah. Tiba-tiba saja saya sudah tidak melihat lagi si istri sang dosen itu. Maka sambil setengah berbisik saya bertanya kepada dosen tersebut: “lho istrimu kemana?”. Dengan tersenyum simpul, sang dosen menjawab: “oh, she needs some time for herself”.

Sekarang saya baru tahu benar apa arti ungkapan itu. Introvert murni. Orang banyak dan asing serta suasana sedikit berisik penuh basa-basi langsung membuat mereka ingin segera pergi. . . .

Ternyata ada satu lagi tipe kepribadian yang lain, yaitu sensitif. Orang sensitif ini mah lebih parah daripada yang introvert. Mereka cepat sekali terusik emosinya oleh hal-hal sepele. Guyonan rekan yang oleh kebanyakan orang akan disambut dengan tawa atau guyonan balasan akan membuat mereka tersinggung. Orang sensitif tidak suka menonton film horor atau kekerasan, karena adegan yang sebenarnya adalah rekaan sang penulis cerita dan sutradara itu bisa dimasukkan hati beneran sama mereka yang sensitif. Akibatnya mereka bisa kepikiran bahkan stress oleh adegan-adegan keras dan menakutkan di film-film tersebut.

Kalau Anda punya teman dekat atau kekasih yang introvert, Anda bisa membiarkannya sendirian selama beberapa lama dan hanya mendekat kalau memang dia kelihatan sedang membutuhkan teman bicara atau bekerja sama. Tapi parahnya adalah kalau Anda punya teman atau lover yang sensitif. Dalam suasana sedang tertekan, PMS, atau sedang berada dalam masalah, orang sensitif bisa mengambil langkah radikal kalau merasa “tersengat”.

Dan itu ndak enak.

Posted in: Uncategorized