Interaksi Berbuah Ranum di Kelas

Posted on October 7, 2014

0


Kemarin saya mengajar mata kuliah Research Technique. Ada satu episode dalam seri mengajar itu yang membuat saya yakin bahwa interaksi yang dikelola dan ditanggapi dengan baik akan berbuah ranum bagi sang murid.

Pertama, saya terangkan konsep “Content Analysis CA)”. Seperti biasa, saya meminta mahasiswa untuk membaca sendiri uraian tentang CA itu di slides yang ada. Lalu saya tanyakan kepada mereka apakah definisi CA itu. Beberapa membisu, dan hanya sedikit yang mencoba menjawab dengan lirih. Khas orang Indonesia. Ok, saya harus sabar. Saya dorong lagi dengan mengatakan bahwa ini adalah kelas terpusat pada pemelajar (student-centered class). Jadi kalau mereka diam aja, ya kelas akan mandeg. Nah, tonjokan ini agak mempan. Lalu ada satu orang yang menjawab dengan lantang. Dan definisi pun termaklumatkan. Saya pertegas definisi itu dan saya berikan contoh-contoh. Pada intinya, CA adalah teknik penelitian yang menguantifikasikan kata-kata atau konsep-konsep tertentu dari sebuah wacana yang dihasilkan oleh seorang responden/subyek penelitian dengan tujuan mengetahui karakter atau ideologi si responden tersebut.

Setelah penjelasan panjang lebar selama l.k. 15 menitan, saya minta mereka untuk memberi contoh buatan mereka sendiri. Agak lama mereka berkutat menemukan contoh. Akhirnya satu orang mengacungkan jari ingin menyumbangkan contohnya. Dia menulis :”Studi tentang Perilaku Konsumen dari Bagaimana Mereka Membelanjakan Uangnya”.

Tepatkah contoh ini?

Maka saya pun menarik perhatian mereka pada beberapa kata kunci dalam definisi CA tadi: KUANTIFIKASI KATA dari sebuah WACANA yang dihasilkan oleh RESPONDEN.

Saya tanya kepada si murid: “Apakah contohmu tadi itu melibatkan kuantifikasi?”
“Iya, Pak, karena menghitung”
“Apakah melibatkan kata-kata yang dihasilkan oleh responden itu?”
“Hmm, mungkin ndak, karena yang dilihat kan jumlah uangnya.”
“Apakah melibatkan wacana?”
“Hmm, ndak juga, pak. Uang kan ndak sama dengan teks atau ujaran.”
“Lhaaa. . . . . Jadi kesimpulannya, contohmu itu termasuk CA atau bukan?”
“Bukan, Pak”.

Horeeee! Dia mengerti sekarang apa itu definisi CA secara lebih mantap. Plus, teman-temannya juga makin paham mana yang tergolong CA dan mana yang bukan.

Itulah yang saya namakan interaksi berbuah ranum. Sang guru memberikan definisi plus contoh, kemudian memberikan tugas kepada muridnya untuk mencari sendiri contoh-contoh lain; sang murid mencoba menjawab, ternyata keliru; sang guru pun mengoreksi kekeliruannya, dan sang murid beserta teman-temannya paham secara lebih mantap apa yang dimaksud dengan konsep itu.

Posted in: Uncategorized