CINTA TAKUT CEMBURU

Posted on September 1, 2014

0


Di dunia ini lawan kata dari “cinta” bukanlah “benci”, tapi “ketakutan”.

Sekilas ini keliru. Saya pun dulu juga meragukan pendapat di atas. Namun memang kalau kita telusuri, kita akan membenarkan pendapat itu.

Satu hal yang sudah jelas adalah bahwa kita tidak bisa mencintai sesuatu yang kita takuti. Bagaimana kita bisa mencintai sesosok hantu kalau mendengar namanya saja kita sudah merinding? Kalau ditarik lebih jauh lagi, bagaimana kita bisa mencintai Tuhan jika kita sudah takut kepada Nya? Maka saya agak menertawakan ungkapan “God-fearing person who at the same time also loves Him (orang yang takut kepada Tuhan dan juga mencintaiNya)”. Adalah musykil mencintai sesesorang dengan rasa takut. Kalaupun cinta, itu namanya cinta terpaksa. Sudah baca ya posting saya tentang pemimpin diktator di Korea Utara? Disitu kan saya ceritakan bagaimana rakyat Korut terkesan sangat lebay dalam menyatakan wujud “cinta”nya kepada sang diktator. Apa benar mereka cinta sungguhan? Ya ndak, karena mereka dipaksa oleh rezim itu untuk berpolah tingkah seolah-olah sangat mencintai pemimpinnya, padahal dalam hati mereka ketakutan karena salah ucap saja bisa mengirim mereka ke kamp kerja paksa seumur hidup.

Mungkin ada pembaca yang mendebat: tapi bagaimana dengan anak-anak yang takut terhadap orang tuanya tapi toh mencintai mereka? Yah, siapa bilang anak-anak itu secara tulus mencintai orang tuanya kalau masih ada perasaan takut akan mereka? Kalaupun mereka melakukan apa yang orang tuanya perintahkan, ya pasti bukan karena cinta tapi karena takut akan hukuman atau bahkan pengucilan.

Maka kalau Anda adalah orang tua, jangan menciptakan ketakutan untuk anak-anakmu. Buatlah mereka segan, bukan takut.

Kenapa beberapa karyawan dengan patuh mengikuti sebuah aturan yang kadang-kadang tidak masuk akal? Jawabannya jelas: karena mereka takut diberi sanksi. Dalam keadaan seperti itu, saya kira sulit bagi mereka untuk mencintai lembaganya atau bahkan pemimpin-pemimpinnya.

Maka, kalau Anda seorang pemimpin, buatlah bawahan Anda merasa segan, bukan takut kepada Anda. Rasa segan itu lebih membenturkan mereka pada hati nuraninya sendiri, pada integritas pribadinya sendiri, yang Anda picu secara tidak langsung lewat integritas Anda sebagai pemimpin. Seorang yang merasa segan kepada Anda dan melakukan suatu kesalahan akan memperbaiki sikapnya karena merasa tidak nyaman sendiri, bukan semata-mata membayangkan Anda akan mengayunkan cambuk atau surat peringatan.

Kenapa bangsa-bangsa berperang? Mereka yang berperang pasti tidak mencintai satu sama lain. Alasan yang menggerakkan senjata mereka untuk saling membunuh ya pastilah ketakutan itu. Masing-masing takut keberadaannya terancam oleh ekspansi yang lainnya, takut kedaulatan dan harga dirinya diinjak-injak bangsa lain, takut kepentingannya terusik oleh bangsa lain, dan sebagainya.

Nah, ketakutan itu sendiri sebenarnya terdiri dari beberapa macam. Takut akan persaingan, takut kehilangan, takut direbut orang lain, takut menanggung malu, dan banyak lagi ketakutan yang lain. Dari takut, bersemailah bibit cemburu. Cemburu tak lain adalah perwujudan dari rasa takut kehilangan orang yang dicintai, atau takut kalah dalam persaingan dengan orang lain yang punya potensi merebut itu. Kalau dia kehilangan orang yang dicintai, maka dia akan kehilangan juga perhatian dan kasih sayang dari kekasih tersebut. Maka makin menjadi-jadilah takutnya, dan makin besarlah rasa cemburunya.

Tulisan ini tidak akan menguraikan resep mengurangi rasa cemburu karena memang itu hal yang sulit. Jauh lebih mudah ngomong bla bla bla jangan cemburu segala macam daripada bergumul sendiri dengan perasaan tersebut. Dengan kata lain “lu enak ngomong; aku yang merasakannya ini sakiiitnya disini”.

Jadi sekarang kita pusatkan diskusi pada cemburu dan bagaimana membantu orang lain (baca: orang yang kita kasihi) supaya tidak cemburu. Sebenarnya tidak terlalu sulit: Anda harus membantunya mengatasi rasa takut itu. Supaya orang itu tidak takut, Anda tunjukkan bahwa memang tidak ada alasan baginya untuk takut. Semua perhatian Anda berikan ke dia; semua pujian hanya untuk dia; semua bantuan dan sumber daya terbaik juga hanya untuk dia.

Begitulah sedikit hasil renungan singkat tentang cinta dan ketakutan.

Tagged: , ,
Posted in: Uncategorized