Mengapa Prabowo?

Posted on July 2, 2014

0


Saya malas ngomong politik. Tapi tulisan di bawah ini membuat saya tidak tahan untuk tidak menyiarkannya karena alurnya yang lugas dan logis. Yang menulis adalah kawan sekelas saya di S1 IKIP Malang, yang sekarang sudah menjadi salah satu pejabat penting di sebuah harian berbahasa Inggris di ibukota. Dia menyebarkannya di FB, dan saya bantu dia menyebarluaskan lewat blog ini. Ini tulisannya:

=============

Pendukung Prabowo kira2 ada empat kelompok besar. Ini berdasarkan pengamatan saya, setelah berdiskusi panjang lebar, terutama dgn mereka2 yg memilih Prabowo (saya tambahin satu kelompok besar).

Kelompok pertama adalah mereka yg terpesona olah Prabowo’s charm dan kesan tegas. Dia ganteng dan pandai berorasi (berkoar-koar). Mereka ini termasuk banyak pemilih pemula yg tdk well-informed dan tdk mengalami krisis 1998.

Kelompok kedua adalah mereka yg merindukan stabilitas semu Orde Baru. “Piye le, luwih penak jamanku tho” menjadi slogan mereka. Mereka menganggap demokrasi kita saat ini kebablasan. Makanya mereka tdk peduli kalau Prabowo akan merevisi demokrasi kita, akan menghilangkan pemilihan langsung. Mereka tdk sadar, bahwa mereka secara tdk langsung ingin menjadikan Prabowo diktator seperti Soeharto.

Kelompok ketiga adalah warga Muslim yg belum tercerahkan, yg percaya fatwa2 ulama aneh2 yg mengharamkan memilih Jokowi. Sumber bacaan mereka adalah sumber berita fitnah VOA Islam, suaranews.com dan sejenisnya. Sehingga mereka percaya teori2 konspirasi yg aneh2, seperti kerusuhan Mei 1998 didalangi oleh Benny Moerdani, CSIS dan kelompok salib lainnya.

Kelompok keempat — dan mungkin sekali ini kelompok terbesar — adalah warga Muslim moderat yang galau melihat dirinya dan Indonesia. Mereka ini sebenarnya orang-orang muslim taat, tetapi galau tentang pilihan presiden. Mereka melihat mayoritas partai Islam masuk ke kubu Prabowo, yang menjanjikan pemurnian agama (walaupun penuh tanda tanya, apa bisa negara memurnikan agama). Mereka makin yakin akan pilihannya karena banyak orang-orang Islam liberal ada di sekitar Jokowi, dan juga dihembuskan bahwa kelompok2 pendukung Jokowi adalah reinkarnasi PKI. Menurut saya, mereka terpengaruh oleh kampanye2 hitam yang menyudutkan Jokowi, bahwa mula-mula dia bukan islam, asal-usul keluarganya tidak jelas, dan disokong oleh partai yang “anti” Islam karena menolak perda2 Islam. Mereka lebih ingin melihat Indonesia sebagai lebih Islami, tetapi — menurut saya — mereka salah dalam memilih pilihan presiden.

Disinformasi yg begitu kental saat ini membuat banyak di antara warga masyarakat yg termakan isu2 menyesatkan, yg buat kita2 yg mengerti terasa aneh. Untuk kelompok Muslim, misalnya, bagaimana mereka meragukan ke Islaman Jokowi, yg besar dari keluarga Muslim, dan bagaiman mereka lebih percaya pada Prabowo yang besar dari keluarga Kristen. Banyak lagi disinformasi yang bergentayangan. Jadi tugas kita adalah kita akan terus memberikan pengertian, gambaran yg lebih luas dan melawan fitnah2 yg bergentayangan. Utk saudara2ku yg Muslim, saya percaya memberikan pencerahan seperti itu adalah ibadah.

Posted in: Uncategorized