Kenapa UFO dan Aliens Ndak Pernah Mampir ke Bumi

Posted on June 17, 2014

2


“Sombong!”

Mungkin demikian gerutu kita membaca judul di atas. Iya, bagi kita, manusia di bumi ini, pertanyaan dan misteri tentang UFO dan aliens masih terus bergaung tanpa ada jawaban yang pasti. Saya mulai mengenal kata “UFO” itu ketika masih berusia 11 an tahun, dan dari dulu sampai sekarang pertanyaan itu masih sama, dan belum terjawab juga: “apakah ada makhluk cerdas lain di jagad raya selain kita di Bumi ini? Apakah mereka pernah mengunjungi Bumi? Untuk apa?”

Tak kurang dari satelit sampai piringan-piringan radar raksasa dibangun manusia untuk mendeteksi keberadaan makhluk lain di luar angkasa. Satelit yang diluncurkan pada tahun 1970 an itu memuat sebuah piringan bergambar sepasang pria dan wanita tanpa busana, dan ucapan sapaan dari berbagai negara, plus peta tempat Bumi kita di tata surya. Maksudnya jelas: eh, siapa tahu ada alien yang sedang melanglang ruang antar bintang lalu menemukan piringan itu. Kan mereka lantas bisa tahu bahwa ada makhluk di planet Bumi ini yang mengajak kenalan.

23 message to aliens

Piringan-piringan radar yang besarnya sak hohah itu dipasang di negara Chile menengadah ke langit, siap menerima sinyal-sinyal dari makhluk luar angkasa. Bertahun-tahun sudah mereka disitu, menengadah ke langit seolah menantikan sang Godot yang tak kunjung tiba . . . .

Radar Aliens

Tak kunjung tiba? Iya, kenapa ya, masak alam semesta sedemikian luasnya hanya dihuni oleh makhluk-makhluk jelek seperti kita? Rasanya tak masuk akal kan. Kalau ada makhluk lain di luar sana, kenapa mereka ndak pernah mampir kesini? Sombong! begitu mungkin ungkapan kita, persis seperti kata yang mengawali posting ini.

Suatu hari tanpa sengaja saya menemukan sebuah artikel di sebuah situs ilmu pengetahuan, dan setelah membaca artikel yang ditulis dengan sangat cermat dan logis itu, saya merasa pertanyaan dan kepenasaran saya tadi mulai terjawab sedikit:

Pertama, Bumi kita dengan usianya yang 4.8 milyar masih tergolong muda untuk penghuni alam semesta lainnya. Nah, satu kemungkinan mengapa aliens tidak pernah kita lihat adalah karena mereka sudah punah milyaran tahun sebelum Bumi terbentuk! Ya, pantas saja mereka tidak pernah nongol, wong sudah punah sebelum kita lahir.

Kedua, mungkin mereka masih ada di luar sana, namun tidak pernah bisa berkomunikasi dengan kita karena mereka menggunakan gelombang atau sarana komunikasi yang berbeda dengan kita. Selama ini kita penasaran karena radar-radar kita yang besar itu tidak menangkap sinyal apapun. Kita bertanya: “masa iya sudah secanggih itu dan selama itu, tidak ada satu sinyal pun dari makhluk angkasa luar yang kita terima?”. Masalahnya bukan itu, tapi karena mereka mungkin sudah memancarkan juga sinyal-sinyal komunikasinya dalam bentuk yang tidak bisa tertangkap oleh radar-radar kita itu. Sama seperti kalau kita masuk ke sebuah gedung besar dengan memakai handy talkie dan mengecek dengan alat itu apakah ada manusia lain yang kita bisa ajak bercakap-cakap. Ternyata sunyi. Yang terdengar hanya desisan dari handy talkie. Apakah itu karena tidak ada manusia lain di gedung itu? Ada! Tapi alih-alih berkomunikasi dengan handy talkie, mereka ternyata sudah menggunakan sinyal satelit untuk bercakap-cakap lewat ponsel dan gadgetnya.

Ketiga, makhluk angkasa luar itu ada, namun mereka tidak menyapa kita karena mereka datang dari peradaban yang kemajuannya sudah ribuan kali lipat lebih canggih dibandingkan peradaban kita. Di mata mereka, kita kelihatan seperti monyet-monyet di alam bebas yang berkeliaran tanpa pakaian dan berbudaya rendah. Ini sama seperti kalau kita bertamasya ke hutan dan menjumpai segerombolan semut sedang mengumpulkan makanan ke sarangnya. Apakah kita akan berhenti kemudian mengajari semut-semut itu bagaimana cara menggunakan Google atau menggunakan Internet? Tidak bukan? “Lha ngapain ngajari semut, kayak kurang kerjaan,” demikian kata Anda, Persis. itu juga yang barangkali dikatakan oleh para aliens ketika melihat kita: “Walah, manusia-manusia ini masih sangat kuno. Peradabannya, teknologinya, dan cara pikirnya masih sangat kuno. Akan makan banyak sekali waktu untuk mengajari mereka kebudayaan dan teknologi yang lebih canggih.” Nah, mereka pun lantas tidak tertarik lagi kepada kita dan melesat pergi tanpa menoleh lagi, persis seperti kita yang kemudian meninggalkan kawanan semut di hutan tadi untuk melakukan urusan yang jauh lebih penting.

Karena sifatnya yang misterius itu, banyak spekulasi berkembang liar tentang UFO dan makhluk cerdas angkasa luar ini. Ada yang mengatakan bahwa mereka sebenarnya sudah menyusup di antara kita, menjadi tampak persis seperti manusia, padahal sebenarnya makhluk dari planet lain. Wah, siapa tahu mereka pula yang menelurkan bibit cerita Men in Black yang kemudian menjadi film laris itu. Ada pula yang mengatakan bahwa semua itu adalah hasil konspirasi dari negara-negara maju yang entah punya misi apa di atas Bumi ini. Ada lagi yang bilang bahwa selama ini mereka sudah mengawasi gerak-gerik kita entah dari dimensi mana, untuk suatu ketika ditaklukkan dan dirampas habis sumber daya alamnya.

Menarik. Tapi kalau sudah menyangkut pikiran logis, saya masih mengunggulkan ketiga poin penjelasan ilmiah tadi.

Tagged: , ,
Posted in: Uncategorized