Menjadi Kreatif

Posted on March 20, 2014

0


Menjadi kreatif berarti berani berpikir berbeda dengan kebanyakan orang. Tapi berbeda tentunya tidak sekedar berbeda. Perbedaan itu tidak boleh mengingkari definisi kreatif itu sendiri, yakni “melakukan sesuatu atau menemukan sesuatu yang belum pernah ditemukan atau dilakukan, dan membawa manfaat baik atau nilai positif”. Kalimat terakhir itu penting. Kalau tidak, maka mahasiswi yang menemukan cara unik untuk nyontek atau dosen yang menemukan cara baru untuk mencopas tanpa ketahuan akan disebut kreatif juga, padahal tindakan  mereka  adalah sesuatu yang destruktif, karena tidak mengandung manfaat dan nilai-nilai positif.

 

Bagaimana menjadi kreatif? Orang menjadi kreatif kalau dia berani dan bisa melakukan beberapa elemen dasar seperti ini:

 

1. Menggabungkan: gadget yang kita pegang adalah contoh dari kreativitas dalam menggabungkan beberapa piranti yang diperlukan oleh manusia: telpon, pesan singkat, kamera, kalkulator, sampai alat perekam ada di barang mungil tersebut. Kreatif kan?

 

2. Membalik urutan: kalau orang-orang pada umumnya berpikir linier dari A – Z, orang  kreatif berani melakukan sesuatu yang nyeleneh: dari Z ke A. Memang siapa juga yang bilang bahwa abjad harus mulai dari A terus ke Z? Gimana kalau dibalik? Nah, itu ciri orang kreatif. Dalam dunia pendidikan, ada yang disebut flipped classroom. Kelas seperti ini tidak dimulai dari penjelasan guru kemudian homework atau tugas sebagaimana pembelajaran kelas konvensional yang kita kenal, tapi sebaliknya: murid-murid diberi homework atau tugas, baru kemudian hasilnya dibahas beramai-ramai di kelas dengan guru sebagai fasilitator. Kreatif, kan? 

 

3. Memandang dari perspektif yang berbeda: pernah melihat film “The Others” yang dibintangi Nicole Kidman, atau “The Sixth Sense” yang dibintangi Bruce Willis ? Itu film horor yang ternyata dibuat dari sudut pandang sang hantu atau arwah, bukan dari sudut pandang manusia seperti film-film horor yang kita kenal selama ini. Itu bukti bahwa sutradara atau penulis ceritanya sungguh kreatif. Ciri orang kreatif adalah tidak segan memandang sesuatu dari perspektif yang berbeda. 

 

4. Melihat bentuk  lain: pernah kan melihat gumpalan awan kemudian kita berpikir bahwa gumpalan awan itu kok seperti bentuk hati ya? atau seperti wajah ya? Nah, sebenarnya otak kita sudah dibekali naluri untuk menjadi kreatif. Di tangan orang-orang kreatif, bentuk sederhana seperti awan atau ceceran tinta di kertas bisa mengilhami mereka untuk menciptakan tokoh-tokoh komik atau film yang kemudian menjadi superhero fiksi.

 

5. Berani berpikir: ‘mengapa tidak?”. Dalam dunia pendidikan, cara berpikir seperti ini disebut lateral thinking. Berbeda dengan orang-orang kebanyakan yang biasanya manut pakem atau aturan atau pola yang sudah baku, orang-orang kreatif berani berpikir “nyeleneh” dengan menanyakan “kenapa tidak?”. Jika orang-orang semacam ini tidak ada, niscaya peradaban kita tidak pernah mengenal pesawat terbang, telpon, hovercraft, headphones, atau komputer desktop. Semua benda itu, saya yakin, diciptakan oleh orang-orang yang berani berpikir lateral: “kenapa tidak?”

 

Dalam dunia seni, kreativitas bisa  menemukan daya dobraknya dengan lebih joss, karena dunia seni memang penuh dengan bibit penciptaan yang membutuhkan bahan bakar kreativitas. Dalam seni, ada seni lukis, seni drama, seni tari, seni musik, bahkan juga seni sastra. Mahasiswa-mahasiswa di jurusan seni bisa mengerahkan talenta seni dan daya  kreatifnya untuk menciptakan berbagai karya: yang senang bikin film bisa membuat film; yang senang musik bisa bermusik atau bahkan menciptakan lagu; yang suka menulis bisa membuat tulisan berbagai ragam (makanya ada cabang yang disebut Creative Writing); yang suka drama bisa mengolah naskah untuk dipentaskan dengan berbagai ragam mulai dari monolog sampai drama kolosal, dan sebagainya. Terpikirkah untuk menggabung-gabungkan beberapa di antara mereka itu? Kenapa tidak? Maka bisa jadi ada lukisan yang disertai narasi  dari pelukisnya; ada pentas musik yang diselingi dengan drama, atau tulisan di blog yang dibuat menjadi lebih hidup dengan film singkat disana-sini. Kenapa tidak?

 

*) Tulisan ini dibuat untuk menyemangati dan menginspirasi mahasiswa-mahasiswa saya di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Ma Chung yang tergabung dalam Creative Arts Club.

 

 

 

Posted in: Uncategorized